SMARTPEKANBARU.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kini tengah menyusun strategi khusus untuk menjaga kestabilan pembangunan daerah di tengah kebijakan pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat.
Salah satu langkah utamanya adalah dengan aktif mengejar berbagai program bantuan langsung dari kementerian.
Langkah “jemput bola” ini dinilai sangat krusial agar proyek-proyek strategis di Bumi Lancang Kuning tetap berjalan meski anggaran rutin mengalami rasionalisasi.
Pemprov Riau meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih proaktif melakukan koordinasi ke tingkat pusat.
Sebagai pengganti berkurangnya dana TKD, Pemprov Riau kini membidik peluang besar pada dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan yang ada di berbagai kementerian.
Skema ini dianggap sebagai solusi paling realistis untuk mendanai pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Keaktifan kepala OPD dalam menyusun proposal dan mempresentasikan potensi daerah di Jakarta menjadi kunci utama.
Jika hanya mengandalkan APBD murni yang sedang tertekan, banyak rencana pembangunan dikhawatirkan akan terhambat.
Pemprov Riau optimis bahwa dengan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat, keterbatasan anggaran tidak akan menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
Fokus pengejaran bantuan pusat ini diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan mendesak warga Riau.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menutup celah fiskal yang muncul akibat pemotongan TKD, sekaligus memastikan Riau tetap mendapatkan porsi anggaran yang adil dari APBN tahun 2026.
Sumber: tribunpekanbaru.com
