SMARTPEKANBARU.COM – Pemerintah Provinsi (Pempun) Riau mulai mematangkan strategi besar guna menghadapi arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Selain memperketat kelaikan kendaraan, Pemprov dijadwalkan mengoperasikan posko pengamanan dan pelayanan di berbagai titik strategis mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.
Masa operasional posko tahun ini dirancang lebih panjang karena momen Lebaran bertepatan dengan cuti bersama, perayaan Nyepi, serta kebijakan work from home (WFH). Kombinasi faktor tersebut diperkirakan akan memicu pergerakan masyarakat lebih awal, baik melalui jalur darat maupun jalur laut yang menjadi akses utama di Riau.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Riau, Andi Yanto, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Rabu (4/3/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan skema pengamanan di terminal, pelabuhan, hingga perbatasan antarprovinsi bersama seluruh instansi kabupaten/kota.
“Besok kita rapat persiapan menghadapi arus mudik Lebaran. Kita bahas kelayakan angkutan, ramp check, antisipasi kemacetan, serta pendirian posko pengamanan dan pelayanan di setiap kabupaten/kota dan pelabuhan,” ujar Andi Yanto, Selasa (3/3/2026).
Fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada kemacetan jalan raya, tetapi juga pada titik-titik penyeberangan laut yang rawan lonjakan penumpang. Dishub Riau ingin memastikan seluruh armada kapal dan angkutan sungai memiliki standar keselamatan yang terpenuhi sebelum memasuki masa puncak arus mudik.
Sebagai langkah awal, Dishub Riau sebenarnya telah memulai aksi ramp check atau inspeksi keselamatan terhadap armada angkutan umum seperti bus AKDP dan travel. Pemeriksaan teknis yang meliputi sistem pengereman, kondisi ban, hingga masa berlaku uji KIR dilakukan secara berkala di terminal-terminal utama.
“Untuk momen Lebaran ini, pengawasan kita perketat lagi. Baik pusat maupun daerah wajib menjalankan karena sudah ada instruksi dari kementerian. Ini untuk memastikan keselamatan pemudik,” tegas Andi Yanto. Pengawasan ekstra ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang ingin pulang kampung.
Sumber: pekanbaru.tribunnews.com
