Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Bupati Afni Tekankan Transparansi dalam Proses Lelang Proyek Pengadaan di Siak Riau
  • PHR Sambut 10 Putra Putri Terbaik Riau Penerima Beasiswa Prestasi 2024 Riau
  • Menag: Lebih Baik Lahan Dijadikan Tempat Ibadah daripada Sarang Preman Government
  • Kades di Kampar Dinonaktifkan Terkait Dugaan Pelanggaran Moral Ordinary News
  • Indibiz Sumatera Ajak Pelaku Bisnis Kuliner Berinovasi dalam ‘Kompetisi Inovasi Menu Sehat’ untuk Hari Gizi Nasional Ordinary News

Ekonomi Diprediksi Tumbuh, tapi Anak Muda Indonesia Tetap Sulit Dapat Kerja

Posted on 9 Oktober 20259 Oktober 2025 By Iwan Antonius Marbun

SMARTPEKANBARU.COM – Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil, namun kesempatan kerja bagi anak muda masih terbatas. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2025, Bank Dunia mencatat satu dari tujuh anak muda di Indonesia dan China belum memiliki pekerjaan. “Masalahnya adalah kaum muda kesulitan mencari pekerjaan, terutama di negara-negara seperti China dan Indonesia, satu dari tujuh orang tidak memiliki pekerjaan,” ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (7/10/2025), dikutip dari Antara. Bank Dunia menilai, meski sebagian besar negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik memiliki tingkat ketenagakerjaan tinggi, kondisi itu belum menjamin kemudahan bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Partisipasi angkatan kerja disebut masih rendah, terutama di kalangan perempuan. Laporan tersebut juga menyoroti rendahnya produktivitas tenaga kerja di kawasan. Banyak negara besar di Asia Timur dan Pasifik memiliki tingkat ketenagakerjaan di atas rata-rata global, tetapi produktivitasnya masih tertinggal. Akibatnya, upah dan kualitas hidup pekerja juga lebih rendah.

Bank Dunia menilai, peningkatan produktivitas menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh negara di kawasan. “Produktivitas yang lebih tinggi berarti upah yang lebih baik dan pekerjaan yang lebih berkualitas,” kata Mattoo.

Dalam laporan yang sama, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026 sebesar 4,8 persen. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya, yakni 4,7 persen untuk tahun ini. Namun, lembaga tersebut menilai fokus kebijakan ekonomi Indonesia seharusnya diarahkan pada efisiensi dan prioritas belanja pemerintah, bukan sekadar mengecilkan defisit. “Di Indonesia, permasalahannya lebih pada arah pengeluaran pemerintah daripada besarnya defisit yang diperkirakan tetap berada dalam aturan fiskal negara. Fokus saat ini adalah subsidi untuk sektor pangan, transportasi dan energi, serta investasi untuk mendorong permintaan agregat,” tulis laporan itu.

Bank Dunia menekankan pentingnya reformasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif melalui tiga pilar utama. Pertama, peningkatan kapasitas manusia lewat layanan pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan berbasis teknologi baru. Kedua, memperluas peluang ekonomi melalui investasi di sektor infrastruktur, energi, transportasi, dan digital.

Ketiga, memperkuat koordinasi kebijakan agar peningkatan kapasitas manusia dan peluang ekonomi berjalan seiring. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia juga mengidentifikasi lima sektor yang memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja sekaligus memperkuat ketahanan terhadap guncangan global, yaitu agribisnis, kesehatan, infrastruktur dan energi, manufaktur, serta pariwisata.

sumber ; kompas.com

Economy, Nasional, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: 7 Tanda Serangan Jantung yang Bisa Muncul Sebulan Sebelumnya Menurut Dokter
Next Post: BMKG: Hujan Masih Merata di Riau

Related Posts

  • Gubernur Lemhannas: Target Ekonomi 8 Persen Pemerintahan Prabowo Tidak Mudah, tapi Masih Mungkin Government
  • Pemprov Riau Komit Tekan Kasus Campak dengan Program Imunisasi dan Edukasi Ordinary News
  • Dana Transfer Provinsi Belum Cair, Perangkat Desa se Kuansing Gigit Jari Economy
  • DPR Bentuk Pansus Penyelesaian Konflik Agraria, Berikut Daftar Anggotanya Nasional
  • Pemerintah Dorong Kolaborasi Hadapi Tekanan Global pada Industri Kelapa Sawit Business Today
  • Perkuat Sinergi Bisnis, GM Witel Riau Diskusikan Proyek Dual Track dan Pengembangan Kawasan Assembly bersama PT OSIE Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram
  • Seleksi Komisaris PT SPR Diperpanjang, Dorong Penguatan Kinerja BUMD
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Disiplin Kerja ASN Disorot, Wali Kota Pekanbaru Larang Main TikTok di Jam Kerja News Update
  • Politisi PKS DPRD Pekanbaru Isa Lahamid Tegaskan Program Prioritas APBD 2026 untuk Masyarakat Government
  • Antisipasi Gelombang PHK, DPR Intensifkan Koordinasi dengan Kemenaker dan Dunia Usaha Government
  • Soft Skill yang Dibutuhkan Gen Z dalam Persaingan Kerja yang Sulit Lifestyle
  • Beban Utang Kian Berat, Pemerintah Perlu Evaluasi Proyek Mercusuar Business Today
  • 5 Cara Siapkan Mental Sebelum Tinggal di Panti Jompo Menurut Psikolog Lifestyle
  • BAB Sambil Duduk atau Jongkok Sama-sama Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter Health
  • Wakil Ketua DPRD Riau Dukung Pilkada Lewat DPRD Untuk Kurangi Kepala Daerah Berurusan Hukum Government

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme