Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Kemiskinan Disebut Kerap Jadi Alat Politik, Evaluasi Program Dinilai Mendesak! Demonstration
  • Anggota DPR RI Achmad Ingatkan Jangan Sampai Libur Nataru Terjadi Kelangkaan BBM Government
  • Perkuat Sinergi Bisnis, GM Witel Riau Diskusikan Proyek Dual Track dan Pengembangan Kawasan Assembly bersama PT OSIE Ordinary News
  • LAMR Sambut Delegasi Muar Johor, Bahas Warisan dan Kerjasama Budaya News Update
  • Masuknya Kader PSI ke Kabinet Dinilai Bentuk Apresiasi Prabowo kepada Jokowi Government

Hubungan Venezuela dan AS Memanas, Berdampak ke IHSG?

Posted on 5 Januari 20265 Januari 2026 By Syarifah Saidatul Ummah

SMARTPEKANBARU – Ketegangan hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat kembali memanas dan menjadi sorotan pelaku pasar global. Eskalasi geopolitik memunculkan kekhawatiran potensi dampak buruk bagi pasar keuangan global, termasuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Situasi memanas menyusul langkah keras Amerika Serikat terhadap Venezuela yang memicu penolakan dari pemerintahan Caracas.

Ketegangan tersebut terjadi di tengah kondisi global yang masih rapuh akibat perlambatan ekonomi dunia, konflik geopolitik yang belum mereda di sejumlah kawasan, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Kombinasi faktor tersebut membuat pasar keuangan global cenderung lebih sensitif terhadap sentimen negatif.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai memanasnya hubungan Venezuela dan Amerika Serikat berpotensi menambah tekanan sentimen di pasar keuangan, meskipun dampaknya terhadap Indonesia bersifat tidak langsung. Menurutnya, konflik geopolitik yang melibatkan negara produsen energi tetap perlu dicermati oleh pelaku pasar. Meski Venezuela tidak termasuk dalam jajaran 20 besar produsen minyak mentah dunia, ketegangan yang terjadi tetap dapat mempengaruhi persepsi risiko global, khususnya terhadap pasokan energi dan stabilitas harga komoditas.

“Apa yang akan terjadi hari ini? Kami melihat saham berbasis harga minyak akan mengalami kenaikkan, meskipun Venezuela tidak masuk ke dalam 20 terbesar produsen minyak mentah. Hal ini tentu saja akan memberikan potensi tekanan inflasi khususnya dan akan menimbulkan risiko bagi pasar,” ujar Nico dalam analisa hariannya, Senin (5/1/2026).

Lantas bagaimana dengan pergerakan IHSG hari ini?

Nico menilai kondisi tersebut dapat menahan laju penguatan indeks dalam jangka pendek. Investor, khususnya investor asing, cenderung bersikap lebih berhati-hati sambil menunggu kejelasan arah konflik, serta respons negara-negara lainnya terhadap langkah Amerika Serikat.

“Untuk pasar saham dan obligasi, kami melihat ada potensi koreksi meskipun pelaku pasar dan investor akan cenderung wait and see pada perdagangan hari ini,” paparnya.

Berdasarkan analisa teknikalnya, ia melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.645-8.775.

Meski demikian, fundamental ekonomi domestik Indonesia dinilai masih cukup solid untuk menopang pasar saham, terutama dari sisi konsumsi domestik, stabilitas sistem keuangan, serta prospek kinerja emiten.

Nico mencatat aktivitas manufaktur Indonesia tetap ekspansif hingga akhir 2025 meski melambat. PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2025 tercatat 51,2, turun dari 53,3 pada November.

Ekspansi ditopang kenaikan permintaan baru yang berlanjut lima bulan berturut-turut, terutama dari pasar domestik, meski pesanan ekspor masih terkontraksi.

Produksi terus meningkat secara terbatas akibat kendala bahan baku, sementara permintaan yang relatif kuat mendorong kenaikan ketenagakerjaan, aktivitas pembelian, serta penambahan persediaan, dengan stok barang jadi mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Tekanan biaya input masih tinggi akibat kenaikan harga dan gangguan pasokan, namun mulai mereda, sehingga kenaikan harga jual berlangsung lebih moderat.

Memasuki 2026, optimisme pelaku usaha menguat seiring ekspektasi permintaan yang tetap terjaga.

“Kami menilai ekspansi manufaktur yang berlanjut menunjukkan sektor industri masih menopang pertumbuhan ekonomi domestik, didukung permintaan dalam negeri yang relatif kuat,” lanjutnya.

Namun, pelemahan pesanan ekspor mencerminkan tekanan perlambatan ekonomi global. Tekanan biaya yang masih ada dan kenaikan harga jual berpotensi menjaga inflasi inti tetap tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter terbatas.

“Ke depan prospek manufaktur tetap positif, tetapi dibayangi risiko gangguan pasokan dan lemahnya permintaan eksternal,” katanya

Sumber : Kompas.com

Business Today, Economy, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Bitcoin Rebound, Kapitalisasi Pasar Tembus 1,8 Triliun Dollar AS
Next Post: Harga Minyak Berpotensi Naik Usai Serangan AS ke Venezuela

Related Posts

  • Agustus 2025, Produksi Sumur Rakyat Mulai Disalurkan ke Pertamina Economy
  • Jika Upah Tak Sesuai, Buruh Silahkan Lapor Pemerintah dan DPRD Riau Government
  • Perlindungan HAM Diharapkan Jadi Isu Prioritas Komite Reformasi Polri Ordinary News
  • FujiFilm InstaX Mini Liplay Plus Meluncur, Kini Dilengkapi Kamera Selfie Ordinary News
  • Wabup Inhil Yuliantini Hadiri Sosialisasi dan Pengukuhan Pengurus Perwatusi Kabupaten Indragiri Hilir Ordinary News
  • Konsistensi Pemerintah Kabupaten Siak dalam Mengoptimalkan Zakat Diapresiasi BAZNAS RI Economy

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros
  • Wakil Ketua DPRD Riau Tanggapi Demonstrasi Mahasiswa Unri, Soroti Isu Strategis Nasional dan Daerah
  • Tekan Budaya Konsumtif, DPRD Pekanbaru Setuju Larangan Perpisahan Sekolah Digelar Mewah

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Peserta Lulus PPPK Tahap II Pemprov Riau Segera Lengkapi Dokumen Pemberkasan, Ini Jadwalnya Ordinary News
  • APBD Perubahan Riau 2025 Disahkan Rp 9,4 Triliun Riau
  • Anggaran Perbaikan Jalan di Pekanbaru Rp 48 Miliar Hingga Akhir Tahun, DPRD Minta Hal Penting Ini Ordinary News
  • BBM Langka Lagi di Pekanbaru, DPRD: Penyakit Akhir Tahun, Kok Bisa Begini Terus Government
  • Rupiah Dibuka Melemah, Turun 0,05 Persen ke Level Rp 16.703 per Dollar AS Business Today
  • Bagaimana Cara BPS Menetapkan Garis Kemiskinan dengan Batas Pengeluaran Rp 609.160? Economy
  • Meningkatnya Peredaran Beras Oplosan, HET dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sumber Masalah? Business Today
  • Mata Minus pada Anak Sering Tak Disadari Orangtua, Ketahui Bahayanya Health

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme