SMARTPEKANBARU.COM – Pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto mengungkap pandangan berbeda terkait dampak psikologis pascabencana di Sumatera.
Menurutnya, bukan hanya anak-anak yang mengalami tekanan mental, justru para orang tua sering kali berada dalam kondisi psikologis yang lebih berat.
Hal itu terjadi karena harus memikirkan masa depan keluarga di tengah keterbatasan.
Fakta tersebut disampaikan Kak Seto saat berbagi pengalamannya mendampingi korban bencana di sejumlah daerah di Sumatera.
“Kalau kita lihat di lapangan, yang tampak paling berat bebannya justru orang tuanya. Anak-anak itu relatif bisa dibangkitkan semangatnya lewat bermain dan interaksi. Tetapi orang tua memikirkan banyak hal sekaligus, mulai dari rumah yang rusak, sawah yang terendam lumpur, sampai bagaimana kelanjutan hidup mereka ke depan,” ujar Kak Seto dikutip dari kanal Youtube Instens Investigasi, Senin (5/1/2026).
Ia menilai, fokus pemulihan psikologis sering kali hanya tertuju pada anak-anak, padahal orang tua memegang peran kunci dalam proses pemulihan mental keluarga.
Kondisi psikologis orang tua yang tertekan berpotensi berdampak langsung pada anak-anak.
“Saya selalu berpesan kepada para orang tua, dalam kondisi sesulit apa pun, jangan sampai emosi dilampiaskan kepada anak-anak. Anak-anak ini tidak boleh menjadi korban kedua setelah bencana, karena mereka adalah calon pemimpin bangsa di masa depan,” tuturnya.
Kak Seto menjelaskan, trauma healing yang ia lakukan di daerah bencana bukan hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua.
“Trauma healing itu bukan sekadar membuat anak-anak tertawa. Yang lebih penting adalah menciptakan lingkungan yang tenang di rumah. Kalau orang tuanya tenang, anak-anak juga akan lebih cepat pulih,” kata Kak Seto.
“Saya bahagia melihat anak-anak bisa kembali tersenyum dan bermain. Tapi pekerjaan rumah kita sebenarnya adalah memastikan orang tua juga kuat secara mental, karena merekalah benteng pertama bagi anak-anaknya,” lanjutnya.
Kak Seto berharap, pendekatan pemulihan pascabencana ke depan bisa lebih menyeluruh untuk mencegah trauma tidak berkepanjangan.
“Kalau keluarga kuat, anak-anak akan tumbuh kuat. Itu yang selalu saya tekankan di setiap daerah bencana yang saya datangi,” pungkas Kak Seto.
Sumber : Tribunnews.com
