SMARTPEKANBARU.COM – Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, telah dilaporkan tiba di pangkalan angkatan laut AS yang berada di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani. Kedatangan kapal induk ini merupakan bagian dari pengerahan militer besar-besaran AS ke wilayah Timur Tengah.
USS Gerald R. Ford, yang diakui sebagai salah satu kapal induk paling modern di dunia, membawa banyak pesawat tempur dan ribuan pelaut serta personel pendukung. Kapal induk tersebut sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan kekuatan militer AS lainnya yang sudah berada di area tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya memberikan perintah untuk menyerang Iran, kembali menegaskan ancamannya kepada Teheran. Ia mengungkapkan bahwa AS siap untuk melakukan tindakan militer baru jika Iran gagal mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir mereka.
Teheran menekankan bahwa program nuklir tersebut hanya ditujukan untuk kepentingan energi nasional, meskipun negara-negara Barat khawatir bahwa program itu dapat diarahkan untuk pengembangan senjata nuklir.
“Laporan menyebut kapal induk itu tiba di Pulau Kreta pada hari Senin. Kementerian Pertahanan Yunani menolak memberikan komentar terkait kedatangan kapal induk tersebut, dan Kedutaan Besar AS di Athena juga tidak segera memberikan tanggapan,” tulis Khaberni, Selasa (25/2/2026).
Fasilitas pendukung Angkatan Laut AS di Teluk Souda memiliki kapasitas sekitar 1. 000 orang, yang terdiri dari personel militer aktif, pegawai sipil AS, pekerja setempat, kontraktor, dan anggota keluarga mereka. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat logistik yang krusial untuk operasi-operasi militer AS di Eropa dan Timur Tengah, mencakup perawatan kapal, penyediaan suplai, dan pengaturan strategi.
Saat ini, Washington mengerahkan lebih dari 12 kapal angkatan laut di kawasan Timur Tengah, di antaranya adalah kapal induk USS Abraham Lincoln, sembilan kapal perusak, dan tiga kapal tempur pesisir. Kehadiran lebih dari satu kapal induk di area ini secara bersamaan sangat jarang, mengingat setiap kapal induk membawa puluhan pesawat tempur dan ribuan pelaut, sehingga memerlukan koordinasi dan manajemen logistik yang rumit.
Sangat tidak umum menemukan dua kapal induk Amerika berada di lokasi ini pada waktu bersamaan, mengingat setiap kapal induk memiliki puluhan pesawat tempur serta ribuan pelaut yang bertugas.
Sumber: Tribunnews.com
