Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Berkaca dari Tes DNA Ridwan Kamil dan Anak Lisa Mariana, Apakah Hasil Tes DNA Bisa Salah? Lifestyle
  • Cegah Narkoba, Menteri Imipas Usul Lapas Dijaga TNI dan Polisi Government
  • iOS 27 Dirumorkan Meluncur 2026, Ini Deretan Fitur Barunya Techno
  • Telkom Daerah Bangkinang Monitoring Layanan Indibiz di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Ordinary News
  • Breaking News: Polda Riau Tangkap Perusak 13 Hektare Hutan Kawasan SM Giam Siak Kecil Riau

Waspada Amnesia Imun Akibat Campak Risiko Pneumonia hingga Ancaman Kematian pada Anak

Posted on 2 Maret 20262 Maret 2026 By Davira Febriana

SMARTPEKANBARU.COM – Di balik gejala ruam merah yang tampak sederhana, penyakit campak menyimpan ancaman komplikasi serius yang berpotensi merusak sistem kekebalan tubuh dalam jangka panjang. Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, mengingatkan bahwa dampak campak melampaui sekadar demam tinggi dan bintik merah pada kulit.

Dalam sesi taklimat media secara virtual pada Sabtu (28/2/2026), Prof. Anggraini menyoroti pneumonia sebagai penyebab kematian tertinggi pada pasien campak. Berdasarkan data klinis, sekitar 86 persen kasus kematian akibat campak dipicu oleh komplikasi infeksi paru-paru atau pneumonia tersebut. Kondisi ini diperparah dengan munculnya risiko anak menjadi lebih rentan sakit pasca-infeksi.

Fenomena medis yang patut diwaspadai adalah immunological amnesia atau amnesia sistem imun. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan memori terhadap berbagai penyakit yang sebelumnya sudah dikenali oleh sistem pertahanan tubuh. Akibatnya, anak yang pernah terinfeksi campak akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan jauh lebih rentan terhadap infeksi kuman lain selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun ke depan.

Selain pneumonia, campak juga dapat memicu berbagai komplikasi berat lainnya seperti diare akut, infeksi telinga yang berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen, hingga kerusakan saraf. Salah satu risiko yang paling mematikan adalah Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), sebuah penyakit degeneratif otak progresif yang bersifat fatal akibat menetapnya virus campak di dalam tubuh.

Yang mengkhawatirkan, dampak SSPE tidak langsung terlihat saat anak terinfeksi, melainkan dapat muncul sebagai bom waktu hingga 23 tahun kemudian. Mengingat sifat virus ini yang menular melalui udara (airborne), satu pasien positif campak secara statistik mampu menularkan virus kepada 18 orang lainnya. Virus tersebut bahkan dilaporkan dapat bertahan melayang di udara selama lebih dari dua jam.

Melihat fakta medis tersebut, campak jelas bukan merupakan penyakit ringan yang bisa disepelekan, terutama bagi anak-anak dengan kondisi gizi buruk atau yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Kesadaran kolektif dari orang tua untuk memahami bahaya laten campak menjadi kunci utama dalam melindungi generasi masa depan dari dampak kesehatan yang fatal.

Sumber : Tribun

Health, Hospital, News Update

Navigasi pos

Previous Post: Harga Emas Pegadaian Kembali Cetak Rekor, Tembus Rp 3,1 Juta Lebih per Gram Hari Ini
Next Post: Prioritaskan Infrastruktur Pendidikan, Pemprov Riau Segera Perbaiki Jalan Rusak Menuju SMAN 8 Dumai

Related Posts

  • Banmus DPRD Riau Tetapkan Jadwal Kegiatan Dewan Bulan Maret 2026 Government
  • Kemenkes Perluas Vaksinasi Hepatitis B bagi Nakes, Lebih dari 11.000 Teridentifikasi Reaktif Health
  • Pelanggan B2B (Business to business), SMAN 1 Salo Terima Kunjungan Telkom ke Sekolah News Update
  • Wakil Ketua DPRD Riau Budiman Lubis Sambut Ribuan Demonstran di Gedung Dewan News Update
  • Waspadai Risiko Pendakian, Dokter Imbau Pemula Tahu Batas Kemampuan Diri Health
  • Mengenal Respiratory Syncytial Virus, Penyebab Kematian Tertinggi Bayi Usia di Bawah 1 Tahun Health

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Dampak Geopolitik Timur Tengah, DPR Minta Jemaah Umrah Tetap Tenang Government
  • Tolak Ikut Evaluasi Kinerja dan Terancam Copot, Sekda Kampar Temui BKN Bahas Prosedur Kampar
  • AM Witel Riau Berhasil Capai Deal Eskalasi Layanan HSI di SMPN 8 Batam Ordinary News
  • Butuh Uang Baru untuk Lebaran? BI Riau Siapkan Layanan SERAMBI 2026 Ordinary News
  • Pemda Diminta Kelola Dana Keungan Daerah Secara Efektif dan Efisien Economy
  • Distribusi Pangan Segar Saat Nataru, KAI Logistik Andalkan KA Kontainer Reefer Business Today
  • Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya di Riau Naik Lagi, Ini Rinciannya” Economy
  • Gubri Ingatkan Tim Satgas Karhutla untuk Tetap Siaga, OMC Diminta Diintensifkan Government

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme