SMARTPEKANBARU.COM – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengenang almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno sebagai sosok yang tetap aktif memberikan nasihat dan pandangan strategis bagi bangsa hingga akhir hayatnya.
Kehadiran Try Sutrisno dalam berbagai forum politik, militer, dan kenegaraan dinilai JK sebagai bentuk pengabdian yang konsisten bagi negara, terutama dalam hal menjaga stabilitas politik dan ketahanan nasional.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno,” kata Jusuf Kalla usai mengikuti prosesi salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (2/3/2026).
JK menekankan bahwa Try Sutrisno adalah figur yang memiliki kontribusi besar bagi Indonesia, tidak hanya dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam membangun kebijakan politik dan strategi nasional.
“Beliau orang yang sangat baik dan tentu sangat mempunyai sumbangsih yang besar kepada bangsa ini. Dan juga cita-cita yang besar untuk bangsa kita semua,” ujarnya.
Menurut JK, keteladanan Try Sutrisno terlihat dari konsistensinya hadir dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan politik, termasuk forum-forum penting yang membahas arah pembangunan nasional. Ia juga menyoroti cara almarhum menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan arahan strategis kepada generasi penerus, baik di kalangan militer maupun sipil.
“Ya tentu, sebagai bangsa tentu mempunyai upaya-upaya yang baik sampai akhir hayatnya. Setiap acara beliau hadir, dan tentu memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada kita semua,” tuturnya.
Try Sutrisno, yang pernah menjabat Wakil Presiden RI, dikenal sebagai tokoh yang tidak hanya menekankan kepemimpinan militer, tetapi juga pentingnya stabilitas politik, kesejahteraan rakyat, dan penguatan institusi negara. Keberadaannya di berbagai forum kenegaraan sering memberikan perspektif yang membangun bagi para pemimpin politik dan legislator, sehingga pengaruhnya terasa dalam ranah politik hingga tingkat nasional.
JK juga mengingat bagaimana Try Sutrisno kerap menekankan prinsip-prinsip kepemimpinan yang berintegritas, menyeimbangkan antara kepentingan pertahanan dan pembangunan politik, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.
Sosok almarhum dianggap sebagai jembatan penting dalam menjaga harmonisasi antara lembaga eksekutif, legislatif, dan militer, sehingga kestabilan politik dan keamanan nasional tetap terjaga.
Sebagai informasi, Try Sutrisno wafat pada Senin pagi tanggal 2 Maret 2026, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Jenazah almarhum disalatkan di Masjid Sunda Kelapa sebelum diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk dimakamkan secara kenegaraan.
Pemakaman ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi, pengabdian, dan jasa almarhum yang telah membentuk arah politik dan pertahanan Indonesia, serta menginspirasi generasi penerus dalam memajukan bangsa.
Sumber: Tribunnews.com
