Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Langkah Gubernur Riau, Dorong Pabrik Sagu dan Kelapa Lewat Rakornas Hilirisasi Ordinary News
  • Libur Usai, Skuat PSPS Pekanbaru Langsung ‘Tancap Gas’ Demi Misi Curi Poin di Medan Football
  • Pemprov Riau dan Media Bersinergi Wujudkan Riau Maju dan Bermarwah Ordinary News
  • Rupiah Melemah, Perbankan Tetapkan Kurs di Kisaran 16.200 per Dolar AS Business Today
  • Henny Wahid Teken Kerja Sama dengan 15 Perguruan Tinggi untuk Percepat Penurunan Stunting di Riau Riau

KONI Riau: Kami, Atlet dan Pelatih Minta Bonus PON 2024 Bisa Dibayar Bertahap

Posted on 14 Juli 202514 Juli 2025 By Anisa Tak ada komentar pada KONI Riau: Kami, Atlet dan Pelatih Minta Bonus PON 2024 Bisa Dibayar Bertahap

SMARTPEKANBARU.COM- Ketua KONI Riau, Iskandar Hoesin angkat bicara terkait bonus PON 2024 yang hingga kini belum cair dan menjadi polemik karena besaran bonus yang akan direalisasikan jauh dari yang dijanjikan.

“Pak Gubernur, kami minta pembayaran bonus bertahap kalau tidak bisa sekaligus,” kata Iskandar pada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/7/2025).

Akhir-akhir ini permasalahan bonus PON 2024 di Riau kembali mencuat.

Ini dikarenakan aksi Gubri Abdul Wahid memberi bonus Rp 20 juta bagi Dikha, anak pacu jalur yang viral.

Aksi Gubri Wahid ini ternyata menjadi perhatian para atlet dan pelatih Riau karena hingga kini bonus mereka belum diselesaikan.

Iskandar Hoesin masih ingat betul pertemuan mereka dengan Gubri Abdul Wahid pada 17 Juni lalu di rumah dinas.

Pertemuan itu dihadiri para pengurus KONI Riau, atlet dan pelatih yang berprestasi di PON 2024.

Saat itu, baik itu dari pihak KONI Riau maupun atlet serta pelatih yang hadir memberikan pendapat soal bonus ini.

“Intinya kami dari KONI Riau, para atlet dan pelatih minta bonus sesuai dengan Pergub yang berlaku. Dibayar bertahap pun bisa,” kata Iskandar Hoesin pada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/7/2025) mengingat pertemuan tersebut.

Yang dimaksud dengan pembayaran bertahap yakni sebagain dibayar di APBD 2025, sebagian lagi dibayar di APBD Perubahan 2025.

Bisa juga dibayar lagi di APBD 2026.

“Jadi kami tidak memaksa harus 100 persen saat ini. Bisa bertahap,” katanya.

Bila memang keuangan Pemprov Riau saat ini mengalami defisit, maka solusi pembayaran bertahap bisa dilakukan.

Sehingga pembayaran bonus PON 2024 sesuai dengan Pergub yang ada.

“Sekarang kesanggupan keuangan 45 persen. Sisanya bisa bertahap. Asal total besarannya sesuai Pergub,” ucapnya.

Namun dalam pertemuan tersebut, Gubri Wahid tidak mengindahkan solusi dari pihak KONI, atlet dan pelatih.

Sang gubernur tetap kekeh pembayaran bonus sesuai anggaran yang ada, yang telah mengalami efisiensi dari awalnya Rp 40 Miliar menjadi Rp 25 Miliar untuk semua event olahraga, baik itu Paralympic 2024, Peparnas 2024, PON 2024 dan Pra Popnas 2024.

Ia mengatakan para atlet dan pelatih sudah menggantungkan hidup di jalur ini.

Saban hari latihan, pagi dan sore demi berprestasi sehingga bisa meraih bonus.

Bonus sudah dinantikan untuk bisa memperbaiki ekonomi keluarga.

“Para atlet kita ini juga orang miskin. Bonus ini bisa memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga mereka,” ucapnya.

Iskandar Hoesin begitu kesal dengan pertemuan tersebut.

Sudahlah pengajuan audiensi sejak pertengahan April dan baru mau bertemu 2 bulan kemudian.

Hasil pertemuan pun tidak menghasilkan solusi.

“Pengajuan tambahan anggaran KONI juga ngak disetujui. Anggaran kita terdampak efisiensi hampir 60 persen. Dari Rp 25 Miliar menjadi Rp 10 Miliar lebih. Anggaran untuk memberangkatkan atlet ke Kejurnas pun ngak ada,” keluhnya.

“Kami menghadap (ke Gubernur) tidak seperti menghadap ke orangtua. Atlet – atlet itu juga punya mimpi. Orangtua harusnya mendukung, mensupport. Memberi solusi,” tambahnya dengan nada kesal.

Ada sempat saya rekam. Saya sempat diminta hapus,” kenang Marcos terkait pertemuan itu.

“Kecewa kami,” tambah Marcos emngulang soal hasil pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para pelatih juga mengusulkan bila memang keuangan daerah sednag defisit, pembayaran bonus PON bisa dilakukan secara bertahap.

Bisa di APBD murni 2025, kemudian ditambah lagi di APBD Perubahan 2025 atau di APBP murni 2026.

“Kita juga usul seperti itu. Pembayaran bertahap. Tapi, ya gimanalah. Susah,” kata pelatih tinju Riau, Darman Hutauruk pada Tribunpekanbaru.com.

Kisruh bonus atlet dan pelatih berprestasi ini terjadi karena adanya pengurangan anggaran bonus.

Saat ketok palu APBD murni 2025, Pemprov Riau menganggarkan bonus sebesar Rp 40 miliar.

Ini sesuai dengan janji gubernur Riau sebelumnya baik itu SF Hariyanto maupun Rahman Hadi.

Namun pada awal tahun 2025, anggaran bonus dirasionalisasi menjadi Rp 25 miliar.

Anggaran bonus ini untuk event PON 2024, Peparnas 2024, Pra Popnas 2024 dan Paralympic 2024.

Nah, bila anggaran Rp 25 Miliar didistribusikan untuk 4 event tersebut, maka atlet dan pelatih menerima dengan jumlah yang jauh dibawah Pergub juga mengalami penurunan hampir 50 persen dibanding bonus pada event yang sama sebelumnya, yakni PON 2021 dan juga Peparnas 2021.

Sumber : Tribunpekanbaru.

Olahraga, Pekanbaru, Riau

Navigasi pos

Previous Post: Breaking News: Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 Riau Dimulai, 8 Pelanggaran Jadi Prioritas
Next Post: Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Riau Beri Edukasi untuk Pelaku Usaha Mikro di Dumai

Related Posts

  • Polda Riau Imbau Warga Riau Waspada Kejahatan Online, Berikut Sejumlah Modusnya Ordinary News
  • Tanggapi Soal Adanya Pesantren Bayar PBB, Bapenda Kota Pekanbaru: Ada Stimulus Riau
  • Bank Indonesia Riau Gelar SERAMBI 2025, Siapkan Rp 6,03 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri Ordinary News
  • Pemprov Riau Tanggapi Langsung Aspirasi Masyarakat Terkait TNTN Government
  • Gubri Abdul Wahid Nilai FKPMR Berperan Penting dalam Menjaga Marwah dan Merespon Masalah Daerah Government
  • 2500 Mahasiswa UMRI Hadiri Kuliah Umum Teknologi Digital Pendukung Ketahanan Energi Riau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Anak TK dan SD Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai Bono Hotel Pekanbaru
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • APBD Perubahan Diperkirakan Rp8 T, Bapenda Masih Pesimis Lima Tahun ke Depan Government
  • Jadwal Makin Mepet, DPRD Pekanbaru Belum Terima KUA PPAS R-APBD 2026 Ordinary News
  • Telkom Wilayah Riau Kunjungi Fox Hotel Guna Penguatan Infrastruktur Jaringan dan Peningkatkan Kualitas Konektivitas Ordinary News
  • Perjuangan Ole Romeny Pulih dari Cedera, Semua demi Timnas Indonesia Football
  • Tribun Pekanbaru Goes to Campus Resmi Digelar, Ratusan Mahasiswa Fikom Penuhi Aula Umri Ordinary News
  • Harga CPO Riau Turun ke Rp 14.574 per Kg, Kernel Rp 13.694 per Kg, Periode 24-30 September 2025 Business Today
  • 3 Mitos Jerawat yang Masih Banyak Dipercaya Menurut Dokter Health
  • Kakanwil Kemenag Riau: Dedikasi Adalah Bentuk Cinta pada Institusi News Update

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme