Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Ancaman Keamanan Siber: FBI Soroti Risiko Data di Balik Popularitas Aplikasi Asing Internasional
  • PSI Riau Tanggapi Kritik ke Menhut Raja Juli Antoni: Beliau Fokus Penjagaan Hutan Government
  • PERAN INTERNET DALAM OPTIMALISASI KINERJA FTKP DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT DEGENERATIF Ordinary News
  • Berusia 100 Tahun, Batik Oey Soe Tjoen Ajak Masyarakat Napak Tilas Lewat Pameran di TIM Lifestyle
  • Edukasi Dini Cegah Narkoba dan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar Digencarkan Health

Model AI Tampil di Majalah Vogue, Inovasi atau Ancaman untuk Model Manusia?

Posted on 8 Agustus 20258 Agustus 2025 By Anisa

SMARTPEKANBARU.COM-Majalah Vogue edisi Agustus 2025 dikritik karena menampilkan model AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan). Meski hal ini menunjukkan perkembangan teknologi, bagaimana dengan nasib para model dan standar kecantikan ke depannya? Model berambut pirang ini berpose untuk brand Guess. Di salah satu fotonya, ada tulisan “produced by Seraphinne Valora on AI” yang merujuk pada perusahaan Seraphinne Valora.

“Kami tahu hal ini akan memicu perbincangan karena kami sedang mendisrupsi industri yang selalu melakukan hal-hal dengan cara yang sama. Tapi ini bukan tentang menggantikan pemotretan tradisional. Ini tentang melengkapinya. Ini tentang memberikan opsi baru pada brand,” bunyi salah satu unggahan Seraphinne Vallora di akun Instagram resminya, dikutip Kamis (7/8/2025). Adapun pihak Vogue menyampaikan bahwa penggunaan model AI bukanlah keputusan redaksi. Namun, ini kali pertama model AI ditampilkan di majalah tersebut, dilansir dari BBC.

Model AI di majalah Vogue

Tak semudah memasukkan prompt

Pendiri Seraphinne Vallora, Valentina Gonzalez dan Andreea Petrescu, menyampaikan, mereka diminta oleh co-founder Guess, Paul Marciano untuk membuat model AI sebagai bagian dari kampanye musim panas brand tersebut.  “Kami membuat 10 model draf untuknya, dan dia memilih satu perempuan berambut coklat dan satu berambut pirang yang kemudian kami kembangkan lebih lanjut,” ucap Gonzalez. Ia menambahkan, anggapan bahwa menciptakan gambar AI merupakan proses yang mudah tidaklah benar. Prosesnya cukup kompleks.

Untuk kampanye ini, perusahaan tersebut mempekerjakan model asli yang difoto di studio sembari memakai busana Guess. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pakaian akan terlihat ketika dipakai model AI nantinya.  “Kami perlu melihat pose-pose apa yang paling cocok untuk produknya, dan bagaimana kelihatannya pada perempuan asli. Kami tak bisa menciptakan gambar jika kami tak punya pemahaman yang jelas tentang pose mana yang paling menonjolkan produk,” kata Gonzalez, dilansir dari CNN.  Perusahaannya mempekerjakan lima orang karyawan yang membuat model AI. Waktu pengerjaannya bisa mencapai sebulan dari ide sampai hasil akhir. 

Gonzalez dan Petrescu menuturkan, mereka menerapkan biaya hingga enam digit untuk klien seperti Guess. 

Ini bukan kali pertama merek fashion menggunakan model AI. Pada Juli 2025 lalu, Mango memperkenalkan kampanye yang dihasilkan AI untuk mempromosikan pakaian remaja. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, penggunaan AI pun bisa memangkas biaya kampanye hingga sekitar 70 persen, serta mempersingkat durasi pengerjaan hingga beberapa hari.  “Kekhawatiran berlebihan terhadap model yang dihasilkan AI lebih mencerminkan ketakutan kita terhadap perubahan daripada teknologi itu sendiri. Fashion tidak pernah tentang mempertahankan status quo. Fashion berkembang melalui disrupsi,” ucap Kepala Inovasi di Fashion Innovation Agency di London College of Fashion, Matthew Drinkwater, dikutip dari Forbes. Perkembangan teknologi memang patut disambut dengan baik. Namun, bagaimana dengan model manusia dan standar kecantikan ke depannya, apalagi untuk generasi muda? 

Sisi lain menggunakan model dari AI

Malas dan murah Salah seorang model plus-size, Felicity Hayward menuturkan bahwa menggunakan model AI untuk kampanye fesyen terasa malas dan murah. “Entah Guess melakukan ini untuk menciptakan topik pembicaraan dan mendapatkan sorotan gratis, atau mereka ingin memangkas biaya dan tidak memikirkan konsekuensinya,” ucap Hayward. Menurutnya, industri fesyen mencatat kemajuan dengan lebih inklusif pada tahun 2010-an. Misalnya dengan menampilkan model memakai hijab dan model bertubuh besar.  Namun, seiring berjalannya waktu, Hayward merasa industri fesyen semakin terbelakang. Sebab, ada kemungkinan model-model yang membuat industri ini inklusif tidak akan dipekerjakan lagi.  Tidak hanya itu, tidak sedikit model yang sudah berusaha keras, bahkan bertahun-tahun, agar bisa dipekerjakan oleh brand atau tampil di majalah Vogue. Belum lagi ditambah perlindungan akan model di tempat kerja yang sering kali kurang diperhatikan.

Nasib standar kecantikan di tengah maraknya AI

Pada tahun 2024, Dove mengadakan kampanye yang menekankan bias pada AI. Pada iklan tersebut, sebuah pembuat gambar diminta untuk menghasilkan gambar perempuan tercantik di dunia. Hasilnya adalah perempuan yang masih muda, kurus, berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru. Tampilannya lebih-kurang sama dengan yang ada di kampanye Guess.  Hayward khawatir bahwa kesehatan mental orang-orang bisa terganggu karena melihat gambaran sosok sempurna dari AI. Hal ini juga bisa berdampak pada cara mereka melihat diri sendiri. 

Sementara itu, CEO sebuah organisasi amal tentang gangguan makan, Beat, Vanessa Longley menuturkan bahwa iklan Guess tersebut mengkhawatirkan.  “Jika orang-orang terpapar gambar tubuh yang tidak realistis, hal itu dapat memengaruhi pemikiran mereka tentang tubuh mereka sendiri, dan citra tubuh yang buruk meningkatkan risiko berkembangnya gangguan makan,” ucap Longley.

Sumber : Kompas.com

Lifestyle

Navigasi pos

Previous Post: Siapa Matt Deitke, Jenius AI Muda yang Disodori Mark Zuckerberg Rp 4 Triliun?
Next Post: Waspada Chikungunya: Wabah Merebak di China, WHO Peringatkan Ancaman Global

Related Posts

  • Kim Kardashian Juga Lakukan Perawatan Kecantikan ke Korea Lifestyle
  • Efektif Atasi Penurunan Attention Span, Ini 6 Kebiasaan untuk Fokus Lebih Lama Lifestyle
  • Jenis Makan Malam yang Bisa Menyebabkan Mimpi Buruk Lifestyle
  • Serba-serbi Hari Malaria Sedunia, Diperingati Setiap 25 April Lifestyle
  • Mengenal Sindrom Sarang Kosong, Saat Orang Tua Kesepian Melihat Anak Sudah Mandiri Lifestyle
  • Streetwear Jadi Andalan Dr. Tirta Tampil Gaya Tanpa Ribet Lifestyle

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • 16 Anak di Tembilahan Inhil Dirawat di Dua RS Usai Diduga Keracunan MBG Indragiri
  • Dewan Apresiasi Polda Riau Ungkap Pengoplosan Gas LPG di Pekanbaru, Minta Bongkar Jaringannya Nasional
  • MODENA Hadirkan Berbagai Produk Rumah TanggaTerbaik di Central Panam Elektronik Pekanbaru EVENT
  • Rapat di DPRD Riau Ricuh, Perwakilan Masyarakat Bubarkan Diri Merasa Tidak Dihargai Anggota Dewan Ordinary News
  • Penguatan Mitigasi Bencana, Menko Polkam Bakal Pimpin Apel Siaga Karhutla di Riau Government
  • Tumbangkan PSMS Medan, PSPS Pekanbaru Jaga Ada Ke Liga 1 Olahraga
  • Komisi I DPRD Pekanbaru Temukan Mayoritas Provider Belum Miliki Izin Resmi News Update
  • Kilang Dumai Sabet Penghargaan Nasional atas Dedikasi pada Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Business Today

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme