Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • BBM Langka Lagi di Pekanbaru, DPRD: Penyakit Akhir Tahun, Kok Bisa Begini Terus Government
  • Investasi Pabrik Pengolahan Kelapa dari China Berpotensi Naikkan Harga Kelapa di Tingkat Petani Business Today
  • Pemprov Riau Resmi Bentuk Satgas PHK untuk Urai Persolaan Tenaga Kerja Riau
  • DPRD Riau Ingatkan Soal SOP Terkait Kebakaran Kilang Pertamina Dumai Nasional
  • Kemenlu RI: Konflik Blok Ambalat Akan Diselesaikan Secara Baik-baik Government

Sindir yang Tak Percaya Data BPS Soal Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Heran: Masa Percaya Sosmed?

Posted on 14 Oktober 202514 Oktober 2025 By Syarifah Saidatul Ummah

SMARTEKANBARU – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara soal keraguan sebagian pihak terhadap data pertumbuhan ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam pernyataannya, Bahlil tak sekadar membela data, tapi juga menegaskan peran strategis sektor energi dalam menopang ekonomi nasional.

Ia memaparkan bahwa Kementerian ESDM berhasil menyumbang 15,5 persen terhadap total pendapatan negara.

Menurutnyaka, angka itu signifikan yang membuktikan kekuatan sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.

“PNBP kita itu hampir 10 persen dari total pendapatan negara, minus pembiayaan. Belum PPH dan PPN di sektor pertambangan, minyak dan gas, dan lain-lain,” kata Bahlil saat memberi sambutan dalam acara penandatanganan MoU bersama BPS di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Dalam menyajikan data tersebut, Bahlil menyebut Kementerian ESDM membutuhkan BPS. Sebab, kini badan tersebut yang dipercaya banyak orang.

“Cuman memang dalam rangka penyajiannya, ini harus dibantu oleh BPS karena sekarang BPS ini adalah badan yang harus dipercaya oleh semua orang. Masa percaya sosmed (sosial media) daripada BPS? Kan enggak bisa,” uajr Bahlil.

Ia kemudian menyinggung data pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS banyak diprotes.

Ketua Umum Partai Golkar itu menyoroti pihak-pihak yang mempersoalkan data tersebut. Ia menilai, masyarakat Indonesia kerap meragukan hal-hal yang menunjukkan keberhasilan.

“Jadi, kalau BPS mengatakan pertumbuhan ekonomi sekian, ya sudah, kenapa harus protes gitu? Kita ini kadang-kadang, kalau yang berhasil, ragu untuk mengakui. Tapi kalau yang, mohon maaf, yang tidak berhasil, suka diolokin,” ucap Bahlil.

“Kita ini bangsa besar yang harus percaya kepada kemampuan bangsa dan anak-anak negeri ini,” sambungnya.

Sebelumnya, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mempertanyakan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2025 sebesar 5,12 persen padahal di saat yang sama tidak ada momentum pendorongnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II mencapai 5,12 persen secara year on year. Angka itu tumbuh dibandingkan triwulan I sebesar 4,87 persen.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan, data yang dikeluarkan oleh BPS dianggap sebagai anomali. Padahal di triwulan kedua ini tidak ada momentum Ramadan atau salah satu pendorong daya beli masyarakat. 

“Terkait dengan triwulan II ini kita lihat bahwa tidak ada sebetulnya momentum Ramadan. Seperti di triwulan I. Dan pertumbuhannya di triwulan pertama ini tentu saja lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya 4,87 persen tetapi secara mencengangkan di triwulan II 5,12 persen.”

“Ini menjadi salah satu pertanyaan padahal tidak ada momentum Ramadan,” kata Andry saat Media Briefing secara virtual, Rabu (6/8/2025).

Bahkan Andry menduga, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II ada window dressing atau semacam perubahan terkait dengan data. Di satu sisi, beberapa ekonom memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan II berada dikisaran di bawah 5 persen.

“Dan sepertinya ada intervensi terkait dengan data di triwulan II ini,” jelasnya.

Menurut Andry, ada ketidaksesuaian data kinerja industri nasional yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan II seperti pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, konstruksi serta pertambangan.

Data BPS menunjukkan pertumbuhan di industri pengolahan 5,68 persen, pertanian 1,65 persen, perdagangan 5,37 persen, konstruksi tumbuh 4,98 persen dan pertambangan tumbuh 2,03 persen.

Padahal menurut pada Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur, kinerja industri masih pada tahap kontraksi yakni 49,2 atau di bawah batas aman 50.

“Nah ini kembali lagi kita patut bertanya dan BPS patut menjelaskan terkait dengan apa itu mekanisme ataupun pengambilan data? Karena tidak cukup mencerminkan kondisi real di lapangan,” tutur dia.

Pada pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, kata Andry turut berkontribusi pada penurunan kinerja industri akomodasi dan makan minum dalam negeri.

“Kita tahu bahwa efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah, bagaimana banyak sekali kita ASN dan juga pemerintah daerah tidak melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

Kita tahu bahwa dengan restriksi tersebut dan juga efisiensi yang dilakukan pemerintah, pertumbuhan dari penyediaan akomodasi itu menurun, tetapi ini sangat mencengangkan,” ucapnya. 


Sumber : Tribun Pekanbaru

Nasional

Navigasi pos

Previous Post: 180 Peserta Berebut 20 Jabatan Eselon II di Pemprov Riau
Next Post: Flu Berkepanjangan Bisa Picu Pneumonia, Dokter Paru Ingatkan Jangan Anggap Remeh

Related Posts

  • Profil Arif Budimanta: Ekonom, Politisi PDI-P, dan Staf Khusus Presiden yang Berpulang Government
  • Prabowo Ingin Kebut Ratifikasi Perjanjian Dagang RI-Amerika Latin, Potensinya Besar Nasional
  • Menkeu Purbaya: “Micromanagement” Pajak Bukan Gaya Preman Economy
  • Tanggapan Elite PDI-P Soal Tak Masuk Koalisi: Publik Tak Selalu Sejalan dengan Pemerintah Government
  • Prabowo Terima Kunjungan Bahlil dan DPP Golkar di Istana Government
  • Prabowo dan Presiden Afsel Sepakat Perkuat Kerja Sama Sektor Pertahanan hingga Agrikultur Nasional

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Ironi Pemangkasan TKD: Daerah Diminta Hemat, Pusat Justru Boros Nasional
  • PDIP Kritik Pemerintah Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR Government
  • Bukan Faktor Genetik, Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama Kanker Usia Muda Health
  • Kategori Daerah Rentan Korupsi, Skor Integritas Rendah Jadi Alarm Darurat di Riau Government
  • Chief Information Technology Officer (CITO) Telkom Group ke Pekanbaru dan Diskusi di Outlet Telkomsel News Update
  • Sisa Satu Unit yang Berfungsi, Puluhan CCTV Pemko Pekanbaru Rusak Akibat Ulah OTK Ordinary News
  • Kunjungi Pelanggan B2B, Head of Telkom Daerah Dumai Visit ke PT Energi Unggul Persada Bahas Penambahan Layanan Indibiz Ordinary News
  • Kasus Penahanan Ijazah oleh Perusahaan Travel di Pekanbaru Berlanjut, 2 Kali Disidak Eks Wamenaker News Update

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme