SMARTPEKANBARU.COM – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan fiskal yang masih dirasakan daerah, ekonomi Riau tetap menunjukkan daya tahan.
Hingga triwulan III tahun 2025, Provinsi Riau mampu mencatatkan pertumbuhan positif dan tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian nasional.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat ekspose akhir tahun yang digelar di Ruang Melati, Lantai 3 Kantor Gubernur Riau, Rabu (31/12/2025).
“Di tengah situasi global yang tidak mudah, ekonomi Riau masih tumbuh. Ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah kita cukup kuat dan mampu bertahan,” ujar SF Hariyanto.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan III-2025 mencapai 4,98 persen secara tahunan (year on year/y-on-y).
Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Riau tumbuh 3,54 persen, sementara secara kumulatif (c-to-c) mencapai 4,74 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau atas dasar harga berlaku tercatat Rp307,01 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp152,77 triliun.
SF Hariyanto menjelaskan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kinerja sejumlah sektor yang terus bergerak positif.
Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 13,95 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri menjadi motor utama dengan pertumbuhan signifikan mencapai 19,94 persen.
“Kinerja ekspor yang tetap kuat menjadi salah satu penopang utama ekonomi Riau sepanjang 2025,” katanya.
Secara nasional, Riau berkontribusi 5,14 persen terhadap perekonomian Indonesia.
Dengan capaian tersebut, Riau menempati peringkat ke-6 sebagai provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi provinsi dengan PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Plt Gubernur menilai capaian ini menjadi modal penting bagi Riau untuk menghadapi tahun 2026.
Namun ia mengingatkan, tantangan ke depan masih besar, terutama terkait ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat dan fluktuasi harga komoditas.
“Ke depan, kita perlu terus menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat sektor-sektor produktif, dan mendorong investasi agar pertumbuhan ini bisa berkelanjutan dan dirasakan masyarakat,” katanya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
