SMARTPEKANBARU.COM- Olahraga padel kini tengah menjadi fenomena baru yang sangat digandrungi sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban di kota-kota besar. Lapangannya yang selalu penuh serta komunitas yang tumbuh pesat mempertegas citra olahraga ini sebagai simbol hidup aktif kekinian. Namun, memasuki Ramadan, muncul pertanyaan mengenai keamanan intensitas tinggi olahraga ini saat kondisi tubuh sedang berpuasa.
Menanggapi hal tersebut, para ahli menyebutkan bahwa bermain padel saat Ramadan tetap memungkinkan selama dilakukan dengan pendekatan yang realistis. Kuncinya terletak pada kesadaran pemain untuk tidak memaksakan diri. Intensitas permainan sebaiknya disesuaikan dan tidak memaksakan ritme kompetitif yang terlalu berat agar kebugaran tetap terjaga tanpa risiko cedera atau kelelahan ekstrem.
Manajemen durasi juga menjadi faktor krusial yang perlu dikontrol agar tidak memicu kelelahan berlebih selama menjalankan ibadah. Pengaturan ini sangat penting supaya olahraga tetap memberikan manfaat kesehatan yang optimal tanpa sedikit pun mengganggu kelancaran ibadah puasa. Fokus utama saat berpuasa adalah menjaga ritme tubuh, bukan mengejar performa puncak seperti hari biasanya.
Terkait hal ini, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menekankan bahwa Ramadan bukanlah waktu yang tepat untuk memacu fisik secara berlebihan. “Yang paling penting pada waktu bulan Ramadan itu bukan waktunya untuk membuat target-target baru yang ekstrim ya,” ujarnya mengingatkan para pecinta padel agar tetap bijak dalam berlatih.
Secara teknis, dr. Risky menjelaskan bahwa karakter padel yang menggabungkan komponen kardio serta kekuatan otot bisa mencapai intensitas yang cukup tinggi. Mengingat padel melibatkan gerakan eksplosif, olahraga ini sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan pada saat kondisi cadangan energi tubuh benar-benar berada di titik terendah demi menghindari risiko kesehatan.
Sebagai solusi bagi kaum urban, pemilihan waktu yang paling ideal menjadi strategi utama untuk tetap aktif di lapangan padel. Dengan menyesuaikan jadwal permainan dan menurunkan ekspektasi target latihan, masyarakat tetap dapat mengikuti tren olahraga ini sekaligus menjaga metabolisme tubuh agar tetap prima sepanjang bulan suci.
Sumber : Tribun
