SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat pertahanan udara dalam menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah strategis ini diambil guna mempercepat deteksi dini dan pemadaman titik api, terutama di wilayah-wilayah sulit yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat, Kamis (9/4/2026).
Saat ini, sebanyak lima unit helikopter telah disiagakan secara penuh. Dari total armada tersebut, dua unit difokuskan untuk operasi water bombing (pemadaman udara), sementara tiga unit lainnya dikerahkan untuk patroli udara rutin guna memantau perkembangan titik panas secara real-time.
Selain helikopter, dua unit pesawat jenis Cassa juga diterjunkan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan di wilayah rawan.
Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, menegaskan bahwa sinergi armada udara ini adalah kunci utama pengendalian Karhutla di tengah kondisi cuaca yang menantang.
Dukungan ini semakin diperkuat dengan tibanya satu unit helikopter water bombing tambahan jenis MI-8 dari BNPB pada Selasa (7/4/2026).
“Dengan dukungan armada udara yang lengkap, mulai dari patroli, water bombing, hingga modifikasi cuaca, kita dapat merespons indikasi titik api lebih cepat sebelum meluas. Helikopter tambahan jenis MI-8 pun sudah langsung kita operasikan untuk mendukung pemadaman di wilayah Kabupaten Bengkalis,” ujar Edy Afrizal.
Ia menambahkan, pemantauan udara secara rutin memungkinkan tim di lapangan memiliki koordinasi yang lebih terintegrasi. Pemerintah optimistis dengan kesiapan armada udara dan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, penanganan Karhutla di Riau tahun ini dapat berjalan lebih efektif dan terkendali.
Sumber: Media Center Riau
