Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Perkenalkan Coretax, DJP Riau Penyuluhan di Radio Business Today
  • Pemerintah Hapus Sanksi Keterlambatan Pajak karena Libur Nyepi dan Idulfitri INFO PAJAK
  • Perda PBB Kota Pekanbaru Belum Direvisi, DPRD: Pemko Belum Ajukan Ordinary News
  • Dukung Pembelajaran Digital, SD An-Nur Pekanbaru Menungkapkan Kepuasannya dengan Layanan Indibiz Business Today
  • Arsip Digital Jadi Fondasi Transparansi, Komdigi Raih Predikat “Sangat Memuaskan” dari ANRI Nasional

Warga Riau Khawatir Berobat, Status Non-Aktif PBI BPJS Paksa Pasien Kronis Beralih ke Obat Herbal

Posted on 6 April 20266 April 2026 By Davira Febriana

SMARTPEKANBARU.COM , PEKANBARU– Keresahan mendalam tengah dirasakan oleh sejumlah masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Provinsi Riau. Pasca penonaktifan kepesertaan oleh pemerintah beberapa waktu lalu, banyak warga yang kini tidak berani melanjutkan pengobatan medis ke fasilitas kesehatan (fasyankes) karena khawatir terbentur biaya mandiri yang tinggi. Kondisi ini memaksa sejumlah pasien penyakit kronis untuk bertahan dengan pengobatan herbal seadanya di rumah.

Salah satu dampaknya dirasakan oleh Nur, warga Kabupaten Rokan Hulu, yang harus menunda rujukan pengobatan ke Pekanbaru. Meski telah disarankan oleh dokter RSUD Rokan Hulu untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap penyakit lambung menahun, gangguan jantung, dan tekanan darah tinggi yang dideritanya, Nur memilih mengurungkan niat tersebut. Ia khawatir status kepesertaannya yang belum aktif sepenuhnya akan membuat biaya pemeriksaan tidak ditanggung oleh pemerintah.

“Saya dengar informasi kalau belum aktif hanya bisa untuk kondisi darurat saja. Karena penyakit saya tidak masuk kategori darurat, saya jadi ragu dan tidak berani berangkat ke Pekanbaru,” ungkap Nur, Senin (6/4/2026). Saat ini, ia hanya mengandalkan obat-obatan yang dibeli secara mandiri di apotek untuk menjaga kondisinya tetap stabil tanpa pengawasan medis yang komprehensif.

Kondisi serupa dialami oleh Hamidah, seorang peserta PBI yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan kolesterol. Sejak kepesertaannya dinonaktifkan, ia tidak lagi menjalani kontrol rutin bulanan karena keterbatasan ekonomi untuk menempuh jalur pasien umum. Sebagai alternatif, Hamidah kini beralih menggunakan ramuan herbal seperti jahe, kunyit, dan sambiloto untuk meredam keluhannya. “Mau berobat jalur mandiri tidak mampu, biayanya besar. Jadi sekarang pakai yang ada di rumah saja,” ujarnya pilu.

Fenomena masyarakat yang beralih ke pengobatan herbal akibat kendala administrasi BPJS ini juga ditemukan di Kota Pekanbaru, seperti yang dialami oleh nenek Surti. Minimnya informasi mengenai kepastian pengaktifan kembali status PBI membuat para lansia dan warga kurang mampu berada dalam ketidakpastian layanan kesehatan. Mereka sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata agar hak mendapatkan layanan medis yang layak dapat kembali dinikmati.

Pihak terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan dapat segera melakukan sinkronisasi data kepesertaan PBI guna meminimalisir risiko kesehatan bagi pasien dengan penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Tanpa intervensi cepat, penundaan pengobatan medis ini dikhawatirkan dapat memicu komplikasi yang lebih berat bagi masyarakat rentan di Bumi Lancang Kuning.

Sumber : Tribun Pekanbaru

Health, Hospital, News Update, Pekanbaru, Riau

Navigasi pos

Previous Post: Catat! Daftar Layanan Publik dan Pejabat di Riau yang Dilarang WFH Meski Aturan Baru Berlaku
Next Post: Sulap Sampah Jadi Listrik: Pemprov Riau dan KLH Siapkan Fasilitas PSEL di Lima Daerah

Related Posts

  • Pesona Sungai Hijau, Kejernihan Air dan Panorama Menyegarkan Mata di Kampar yang Ngangenin Kampar
  • Untuk membangkitkan semangat patriotisme di kalangan generasi muda, Andi Rachman mengadakan sosialisasi tentang 4 Pilar di SMK Labor Pekanbaru. Others
  • Technical Forum Lifting & Rigging PHR: Momentum Penting Industri Migas untuk Operasi Andal dan Selamat Riau
  • Optimasi Pemboran Metode Intermediateless di Lapangan Bangko, PHR Hemat Miliaran Rupiah Biaya Operasi Riau
  • Rawan Lakalantas, DPRD Pekanbaru Soroti Lampu Jalan Mati, Minta Dishub Bertindak Cepat Government
  • Mulai 31 Oktober, APBD Perubahan Provinsi Riau Sudah Bisa Dicairkan Riau

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram
  • Seleksi Komisaris PT SPR Diperpanjang, Dorong Penguatan Kinerja BUMD
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Gubri Abdul Wahid: Posbankum Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Miskin Riau
  • DPD PAN-BM PAN Pekanbaru Gelar Aksi Jumat Berkah, Ojol Dapat Berkah Rezeki News Update
  • Kemenag Tak Diberitahu Bangunan Jadi Dapur MBG, Murid MDA di Kampar Belajar di Rumah Guru Kampar
  • Kasus Korupsi Dana KUR: Kejari Layangkan Panggilan Ketiga untuk Legislator PAN Kampar Government
  • Puan Ungkap Alasan Ketidakhadiran Megawati di Sidang MPR: Sedang Tidak Sehat Government
  • Harga Terjangkau, Ketua TP-PKK Riau Dampingi Warga Mentangor Belanja di Pasar Pangan Murah Economy
  • Sejumlah Titik Karhutla Muncul dalam Sehari di Kampar, Keterbatasan Alat Hambat Pemadaman Kampar
  • Aktor & Influencer Malaysia Aisar Khaled Ramaikan Festival Pacu Jalur 2025 Competition

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme