Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • RSUD Arifin Achmad Sukses Tangani Kasus Langka Sindrom HWW, Pasien Remaja 14 Tahun Miliki Dua Rahim Health
  • Corporations and Abortion: A Perfect Storm of Controversy EVENT
  • Rahmat Bingung Mau Jualan di Lokasi Mana, Satpol PP Pekanbaru Tegaskan Lokasi Sudah Ditetapkan Pemko News Update
  • Gubernur Abdul Wahid Tepati Janji, Jembatan Sekayan Deras Inhu Selesai Diperbaiki Government
  • Pil Pelangsing hingga Stamina Pria, Ini Daftar Lengkap 32 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Health

Dari Tradisi ke Kontemporer, Pameran Seni Ini Soroti Perempuan sebagai Empu Masa Kini

Posted on 20 November 202520 November 2025 By Ghina Raudathul Jannah

SMARTPEKANBARU.COM – Karya seni rupa Per’EMPU’an yang menghadirkan penafsiran ulang atas makna empu sebagai simbol perempuanNusantara dipamerkan di  Amuya Gallery, Kemayoran, Jakarta Pusat.  

Gelar empu dalam tradisi Jawa tidak hanya merujuk pada ahli pembuat keris atau manuskrip, tetapi juga pada sosok yang dihormati karena keluasan ilmu, kearifan spiritual, dan ketajaman rasa. 

Pameran yang diadakan Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana (FDSK UMB) dibuka Sabtu (15/11/2025) lalu menghidupkan kembali konsep tersebut menggambarkan perempuan masa kini sebagai penjaga pengetahuan, pencipta makna, dan pemikul peradaban.

Makna empu menjadi pijakan tematik bagi para perupa dalam memotret perempuan sebagai figur yang bekerja dalam senyap, tetapi menentukan arah budaya. 

Kurator menempatkan gagasan perempuan sebagai empu kontemporer bukan sekadar simbol ketekunan, tetapi juga representasi agensi, kepakaran, dan kemampuan mencipta dalam berbagai medium.

Kehadiran perupa senior Irma Hardisurya memperkuat fondasi historis gagasan tersebut.

Karyanya, “Kursiku, Singgasanaku” (2023), diposisikan sebagai penanda bahwa ruang personal perempuanmerupakan wilayah otonomi yang memberi legitimasi pada kepakaran dan kebijaksanaan—dua kualitas yang sejak dulu dilekatkan pada seorang empu.

Pembacaan ulang konsep empu tampak dalam berbagai karya yang melihat perempuan sebagai penjaga tradisi dan penafsir zaman.

Rika Hindraruminggar, melalui dokumenter “Peramu Jamu”, menampilkan praktik meracik jamu sebagai ritual yang diwariskan turun-temurun.

“Perempuan sebagai penghubung kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya,” kata Rika.

Wilsa Pratiwi, lewat ilustrasi makanan tradisional dalam Dari Dapur ke Budaya, menegaskan peran dapur sebagai ruang tempat perempuan selama ini membangun dan melestarikan identitas kuliner Nusantara.

Dalam karya Mira Zulia Suriastuti, “Leluri Rupa Perempuan”, kayu menjadi medium yang merekam gerakan tangan perempuan, seolah membuktikan bahwa jejak perempuan tersimpan dalam benda-benda sehari-hari. 

Adapun Fatimah Yasmin Hasni melalui “Secarik Kenangan, Aroma Kain” menggunakan aroma kain dan simbol gawangan ukir.

“Saya ingin  menunjukkan bagaimana warisan batik perlahan memudar tanpa peran aktif perempuan sebagai pewaris budaya,” katanya.

Sementara itu, penafsiran kontemporer tentang empu hadir melalui eksplorasi identitas, tubuh, dan kebebasan.

Anggi Dwi Astuti memadukan tradisi dan mode adibusana sebagai pernyataan bahwa perempuan masa kini menegosiasikan makna dirinya melalui medium pakaian.

Nina Maftukha dengan patung biru kobalt berkepala ganda dan caping, mematahkan stereotip perempuan ideal, sebuah langkah kritis yang menunjukkan bahwa kepakaran perempuan tidak dapat dibatasi oleh tatapan luar.

Kritik sosial diperkuat Nukke Sylvia, yang menampilkan figur Janin Emas sebagai metafora terhadap pengambilalihan identitas di bawah kapitalisme.

Chandrarezky Permatasari melalui “Air Mata Pertiwi” menggugat ikonografi Ibu Pertiwi yang kerap membebani tubuh perempuan sebagai representasi bangsa.

Dua karya ini memperluas konsep empu sebagai sosok yang tidak hanya merawat budaya, tetapi juga berani menegur ketidakadilan sosial.

Dimensi spiritual dan mitologis juga hadir dalam karya Dwi Susilawati, “Mythos”, yang menggambarkan perempuan sebagai dewi dan entitas alam dalam siklus abadi kehidupan.

Di sisi lain, Vania Aqmarani Sulaiman menegaskan perempuan sebagai empu kontemporer melalui perhiasan logam, membawa gagasan bahwa “seribu peran dalam satu jiwa” adalah bentuk kemewahan eksistensial yang hanya dimiliki perempuan.

Penutup pameran dihadirkan melalui video art “CINTA” karya Novena Ulita, yang menempatkan dapur sebagai locus of change, menunjukkan bahwa transformasi besar kerap berangkat dari tindakan kecil perempuan sehari-hari.

Pameran Per’EMPU’an pada akhirnya menegaskan bahwa di balik keragaman medium dan estetika, pusat narasinya tetap sama: perempuan adalah empu yang merawat, menafsirkan, dan membentuk wajah kebudayaan Nusantara.

Sumber : Tribunnews.com

Lifestyle, Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Aksi Unjuk Rasa di Kejati Riau, Pertemuan Tertutup Kajati dan Perwakilan Massa Aksi TNTN
Next Post: Zumba Jadi Olahraga Menyenangkan yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Related Posts

  • Asisten I Setda Inhil Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual Indragiri
  • Ratusan Honorer Kembali Datangi DPRD Riau: Desak Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu Government
  • Dirjen Pajak Tanggapi MUI soal PBB: Prinsipnya Tidak Ada Pajak untuk yang Tak Mampu Economy
  • Indonesia ke 8 Besar Piala Suhandinata 2025 Usai Tekuk Hong Kong Internasional
  • PCR Dorong Literasi Teknologi di Kalangan Santriwati, Perkenalkan Internet of Things di Pesantren Ordinary News
  • DPRD Pekanbaru Apresiasi Operasi P2KS oleh Tim Gabungan Pemko, Pastikan Tak Lagi Turun ke Jalan Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Emban Target Rp24,85 Triliun, Kanwil DJP Riau Siap Kumpulkan Penerimaan Negara Economy
  • Begini Respon DPP Golkar Soal Ketua Fraksi DPRD Riau Jarang Hadir Paripurna Riau
  • Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Investor Berburu Aset Aman Business Today
  • Demi Keselamatan Kesehatan Publik, Pakar Epidemiologi Desak BPOM Tetap Uji Klinis Obat Impor Asal Amerika Health
  • Era Baru AI Diproyeksikan Mulai pada 2026 Techno
  • Hampir 600 Ribu Warga Riau Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng dari Pemerintah Economy
  • Pangeran Al-Waleed Wafat Setelah 20 Tahun Koma: Dunia Ucapkan Selamat Jalan Lifestyle
  • Populer Riau: Terdakwa Korupsi Pemko Pekanbaru Bergaya Hedon, Pasutri Kurir Sabu 20 Kg Ditangkap Government

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme