SMARTPEKANBARU.COM – Dunia kesehatan global tengah menyoroti kemunculan varian baru virus influenza A H3N2 yang dikenal sebagai subklade K.
Varian ini terdeteksi sebagai pemicu meningkatnya kasus flu di berbagai negara dan dinilai berpotensi memperberat musim flu tahun ini.
Dilansir dari Fox News Digital, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam keterangannya menyebut subklade K sebagai bagian dari “evolusi penting” virus influenza A (H3N2).
Perubahan tersebut memunculkan kekhawatiran terkait tingkat penularan serta efektivitas vaksin flu musiman yang digunakan saat ini.
Musim flu sendiri telah dimulai di sejumlah wilayah dunia, termasuk Amerika Serikat, dengan laporan peningkatan pasien yang mengalami gejala lebih berat dibandingkan strain influenza sebelumnya.
Penilaian Pakar: Varian Lebih Agresif
Profesor praktik kesehatan masyarakat dari Northeastern University, Boston, Dr. Neil Maniar, menyampaikan bahwa temuan awal menunjukkan subklade K memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi.
“Sudah jelas bahwa ini adalah varian flu yang cukup parah,” ujar Maniar dalam wawancara dengan Fox News Digital dikutip, Rabu (17/12/2025).
Ia menambahkan, di wilayah-wilayah dunia tempat varian ini telah menyebar luas, dampaknya sudah terlihat pada peningkatan kasus dengan kondisi yang lebih serius.
“Tentu saja di bagian lain dunia di mana varian ini telah meluas, hal itu telah menyebabkan beberapa penyakit parah, dan kita sudah melihat musim flu yang agresif,” katanya.
Gejala Lebih Berat
Varian influenza A H3N2 subklade K dilaporkan menimbulkan gejala yang lebih berat, antara lain demam tinggi, menggigil, sakit kepala, kelelahan ekstrem, batuk, nyeri tenggorokan, serta pilek.
Perbedaan karakteristik virus ini membuat para ahli menilai bahwa kekebalan alami masyarakat terhadap strain sebelumnya tidak sepenuhnya memberikan perlindungan terhadap subklade K.
Maniar menyebut kondisi tersebut berkontribusi pada meningkatnya risiko penyebaran dan keparahan penyakit di tingkat komunitas.
Efektivitas Vaksin Jadi Perhatian
Menurut Maniar, subklade K menjadi “badai sempurna” bagi musim flu yang berat karena muncul di tengah menurunnya tingkat vaksinasi influenza secara global.
Serta, adanya ketidakpastian apakah vaksin flu tahun ini sepenuhnya sesuai dengan mutasi tersebut.
“Vaksin sangat penting untuk didapatkan, tetapi karena vaksin ini tidak sepenuhnya sesuai dengan varian ini, saya pikir itu juga berkontribusi sampai batas tertentu terhadap keparahan kasus yang kita lihat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa individu yang belum divaksinasi berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat dan kemungkinan rawat inap.
Risiko Penularan Meningkat di Musim Dingin dan Liburan
WHO dan para pakar kesehatan mencatat bahwa aktivitas di ruang tertutup selama musim dingin meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan.
Situasi ini diperparah oleh musim liburan yang identik dengan perjalanan dan kerumunan, seperti di pesawat, kereta api, dan bus.
Selain vaksinasi, langkah pencegahan dasar seperti mencuci tangan secara rutin dan benar tetap dianjurkan.
Beberapa virus lain yang sering muncul bersamaan dengan flu musiman juga dapat bertahan lama di permukaan benda.
Maniar menekankan pentingnya membatasi aktivitas saat mengalami gejala sakit untuk mencegah penularan lebih luas.
“Jika Anda merasa tidak enak badan, tetaplah di rumah. Itu cara yang bagus untuk pulih lebih cepat dan memastikan Anda tidak menulari orang lain di sekitar Anda,” katanya.
Kemunculan subklade K menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan global di tengah upaya menekan lonjakan kasus flu dan dampaknya terhadap sistem layanan kesehatan.
Sumber : Tribunnews.com
