Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Kolaborasi PHR – EMP Gandewa, Dongkrak Produksi 12 Kali Lipat Lapangan Menggala South Riau
  • Pimpinan DPR Luruskan Isu Tunjangan Beras: Rp200 Ribu, Bukan Rp12 Juta Government
  • Bunda PAUD Riau Ingatkan Dampak Gawai, Ajak Masyarakat Gunakan Secara Sehat News Update
  • Presiden Prabowo Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya Kwik Kian Gie Government
  • Tampil Gemilang, Alexandra Eala Melaju ke Perempat Final WTA 1000 Dubai Internasional

Warga Riau Khawatir Berobat, Status Non-Aktif PBI BPJS Paksa Pasien Kronis Beralih ke Obat Herbal

Posted on 6 April 20266 April 2026 By Davira Febriana

SMARTPEKANBARU.COM , PEKANBARU– Keresahan mendalam tengah dirasakan oleh sejumlah masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Provinsi Riau. Pasca penonaktifan kepesertaan oleh pemerintah beberapa waktu lalu, banyak warga yang kini tidak berani melanjutkan pengobatan medis ke fasilitas kesehatan (fasyankes) karena khawatir terbentur biaya mandiri yang tinggi. Kondisi ini memaksa sejumlah pasien penyakit kronis untuk bertahan dengan pengobatan herbal seadanya di rumah.

Salah satu dampaknya dirasakan oleh Nur, warga Kabupaten Rokan Hulu, yang harus menunda rujukan pengobatan ke Pekanbaru. Meski telah disarankan oleh dokter RSUD Rokan Hulu untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap penyakit lambung menahun, gangguan jantung, dan tekanan darah tinggi yang dideritanya, Nur memilih mengurungkan niat tersebut. Ia khawatir status kepesertaannya yang belum aktif sepenuhnya akan membuat biaya pemeriksaan tidak ditanggung oleh pemerintah.

“Saya dengar informasi kalau belum aktif hanya bisa untuk kondisi darurat saja. Karena penyakit saya tidak masuk kategori darurat, saya jadi ragu dan tidak berani berangkat ke Pekanbaru,” ungkap Nur, Senin (6/4/2026). Saat ini, ia hanya mengandalkan obat-obatan yang dibeli secara mandiri di apotek untuk menjaga kondisinya tetap stabil tanpa pengawasan medis yang komprehensif.

Kondisi serupa dialami oleh Hamidah, seorang peserta PBI yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan kolesterol. Sejak kepesertaannya dinonaktifkan, ia tidak lagi menjalani kontrol rutin bulanan karena keterbatasan ekonomi untuk menempuh jalur pasien umum. Sebagai alternatif, Hamidah kini beralih menggunakan ramuan herbal seperti jahe, kunyit, dan sambiloto untuk meredam keluhannya. “Mau berobat jalur mandiri tidak mampu, biayanya besar. Jadi sekarang pakai yang ada di rumah saja,” ujarnya pilu.

Fenomena masyarakat yang beralih ke pengobatan herbal akibat kendala administrasi BPJS ini juga ditemukan di Kota Pekanbaru, seperti yang dialami oleh nenek Surti. Minimnya informasi mengenai kepastian pengaktifan kembali status PBI membuat para lansia dan warga kurang mampu berada dalam ketidakpastian layanan kesehatan. Mereka sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata agar hak mendapatkan layanan medis yang layak dapat kembali dinikmati.

Pihak terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan dapat segera melakukan sinkronisasi data kepesertaan PBI guna meminimalisir risiko kesehatan bagi pasien dengan penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Tanpa intervensi cepat, penundaan pengobatan medis ini dikhawatirkan dapat memicu komplikasi yang lebih berat bagi masyarakat rentan di Bumi Lancang Kuning.

Sumber : Tribun Pekanbaru

Health, Hospital, News Update, Pekanbaru, Riau

Navigasi pos

Previous Post: Catat! Daftar Layanan Publik dan Pejabat di Riau yang Dilarang WFH Meski Aturan Baru Berlaku
Next Post: Sulap Sampah Jadi Listrik: Pemprov Riau dan KLH Siapkan Fasilitas PSEL di Lima Daerah

Related Posts

  • Gubernur Riau Abdul Wahid Lantik Evenri Sihombing sebagai Kepala BPKP Perwakilan Riau Government
  • Menuju AVC Cup 2026, Timnas Indonesia Waspadai Target Tinggi Korea Selatan di Bawah Nakhoda Baru Game
  • Kamsol-Bustami HY Batal Pendaftaran Di KPU, Namun Pilkada Kampar Tetap Diikuti Empat Pasang EVENT
  • Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru Government
  • Pesona Sungai Hijau, Kejernihan Air dan Panorama Menyegarkan Mata di Kampar yang Ngangenin Kampar
  • Ramai soal Super Flu Subclade K, Kemenkes  Jelaskan Situasi Global, Asia dan Indonesia Health

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Living World Pekanbaru Gelar Ajang Pushbike Pertama untuk Anak-Anak dalam Rangkaian September Move Ordinary News
  • TKD Dipangkas, Otonomi Dikebiri Economy
  • 7 Rumor iPad Air 2026: Chip Baru hingga Koneksi Lebih Cepat Technology
  • Anti Boncos! 3 Mahasiswa Riau Terpilih Jadi Duta Literasi Keuangan 2025 Ordinary News
  • Chip Apple M5 Resmi, Pakai GPU Baru Demi AI yang Ngebut Ordinary News
  • Targetkan Peningkatan Produksi, 11.600 Ha Kebun Sawit di Riau Masuk Program PSR 2026 Business Today
  • IHSG Hari Ini Bakal Lanjut Menguat? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Selasa Business Today
  • Ditangkap Bawa Sabu 15,8 Kg oleh Polres Meranti Riau, Herkules Ngaku Diupah 20 Juta Ordinary News

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme