Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • OpenAI Resmi Jadi Perusahaan Cari Untung Ordinary News
  • Presiden Prabowo Ucapkan Belasungkawa atas Wafatnya Kwik Kian Gie Government
  • Microsoft Pastikan Garap Konsol Xbox Baru, Tepis Isu Suntik Mati Ordinary News
  • Serikat Buruh Usulkan Kenaikan UMP 8,5 Persen, Putusan MK Jadi Acuan Nasional
  • Festival Ombak Bono Dibatalkan Alasan Efisiensi, DPRD Riau Sebut Justru Pariwisata Harus Dihidupkan Riau

Mengenal Cacar Monyet yang Berpotensi Jadi Darurat Internasional. Berikut Penjelasannya…

Posted on 8 Agustus 20248 Agustus 2024 By Yolan MG Tak ada komentar pada Mengenal Cacar Monyet yang Berpotensi Jadi Darurat Internasional. Berikut Penjelasannya…

Wabah cacar monyet (Mpox) yang terus berkembang di Afrika membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersiap untuk memutuskan adanya darurat internasional baru. Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, sejauh ini wabah cacar monyet masih terkonsentrasi di Republik Demokratik Kongo dengan jumlah kasus yang dilaporkan tahun ini lebih dari 14.000.

Wabah di Kongo tersebut sudah terjadi sejak tahun 2023 dengan jumlah kematian mencapai 580 orang dan ada 12.600 suspek antara Januari sampai awal Desember. Itu merupakan peningkatan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika rata-rata hanya 3.770 kasus suspek dilaporkan setiap tahunnya. “Sekarang ini jumlah kasus yang dilaporkan dalam 6 bulan terakhir di tahun 2024 sama dengan jumlah yang dilaporkan sepanjang tahun lalu dan virus telah menyebar ke provinsi-provinsi yang sebelumnya tidak terdampak,” kata Tedros dalam konferensi pers.

“Saya sedang mempertimbangkan untuk segera membentuk komite darurat peraturan kesehatan internasional untuk memberi saran tentang apakah wabah Mpox harus dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” katanya. Penyakit ini pertama kali ditemukan menjangkiti manusia pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini menyebabkan demam, nyeri otot, dan lesi kulit seperti bisul yang besar. Sebelumnya telah diketahui ada dua subtipe virus, yaitu Clade 1 yang lebih ganas dan mematikan yang endemik di Cekungan Kongo di Afrika Tengah dan Clade 2 yang endemik di Afrika Barat.

WHO telah mengeluarkan bantuan dana untuk meningkatkan respons mpox di negara-negara yang terdampak dan berupaya meningkatkan akses ke dua vaksin mpox yang tersedia. Selain itu, uji klinis yang tengah dipersiapkan untuk diluncurkan di Afrika akan menguji vaksin tersebut sebagai pengobatan yang dapat digunakan setelah terpapar Mpox.

Gejala Mpox Cacar monyet disebabkan oleh virus dan akan menimbulkan gejala mirip seperti penyakit flu dan juga ruam kulit. Penyakit Mpox menyebar lewat kontak erat dengan orang yang terinfeksi atau lewat hewan, meski kasusnya jarang. Siapa pun bisa tertular penyakit ini. Di Afrika, kebanyakan kasus terjadi pada anak berusia kurang dari 15 tahun. Sementara kasus di luar Afrika ditemukan pada pria yang berhubungan seksual dengan pria, meski ada juga kasus yang terjadi pada kelompok lain. Gejala Mpox baru muncul beberapa hari atau minggu terjadi penularan. Gejalanya meliputi demam, ruam, kelenjar getah bening membengkak, sakit kepala, dan nyeri otot. Ruam pada kasus Mpox dimulai dengan bintil kemerahan yang menimbulkan nyeri dan melepuh. Bintil tersebut juga bisa ditemukan di dalam mulut, tangan, kaki, hingga organ kemaluan.

Sumber : Kompas.com

Health

Navigasi pos

Previous Post: Ferdios Mengalah, Kini Mukhlisin Berpeluang Jadi Wakil Suhardiman Amby Di Pilkada Kuansing
Next Post: Inilah Mantan Gubri Yang Hadiri Apel HUT Riau, Kecuali Edy Natar Nasution

Related Posts

  • Tak Ada Gejala Khas, Kanker Darah Multiple Myeloma Selalu Terlambat Dideteksi Health
  • Risiko Tersembunyi di Balik Lezatnya Sarapan Gorengan dan Nasi Uduk Pada Jantung, Telur Lebih Sehat Health
  • Mengapa Saat Sahur Tidak Dianjurkan Minum Teh? Begini Jawaban Ahli Gizi Health
  • Jangan Anggap Sepele, Ini Ragam Manfaat Dance untuk Kesehatan Tubuh Health
  • Manfaat Protein Hewani untuk Anak, Ini Penjelasan Dokter Health
  • Fast Food dan Penggunaan Gadget Picu Diabetes, Begini Penjelasan Dokter Health

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Karmila Sari Ajak Masyarakat Manfaatkan Beasiswa KIP Kuliah di STIKes Tengku Maharatu
  • DPRD Riau Tindaklanjuti Keluhan Warga Terkait Dampak Lingkungan Galian C
  • Komisi I DPRD Riau Angkat Isu Tanah BMN ke Plt Gubernur, Warga Minta Haknya Dipastikan

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • PSPS Pekanbaru di Persimpangan: Pertahankan Kaishu Yamazaki atau Pulangkan Football
  • Nilai Tukar Menguat, Simak Kurs Rupiah di 5 Bank Besar Indonesia Economy
  • Golkar Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Idrus Marham Peringatkan Ancaman Konflik Global Election
  • Permasalahan Ijazah Jokowi dan Gibran, Roy Suryo dkk Ajukan Audiensi ke DPR Government
  • Harga CPO Riau Turun ke Rp 14.574 per Kg, Kernel Rp 13.694 per Kg, Periode 24-30 September 2025 Business Today
  • Perubahan Tatib Disahkan, DPRD Riau Fokus Tingkatkan Kinerja Legislasi News Update
  • Demosi Pejabat Warnai Pemerintahan Gubri Abdul Wahid, Kepala Inspektorat Riau Bukan yang Pertama Riau
  • Harga Emas Dunia Turun Lagi, Anjlok ke Level Terendah Dua Pekan Economy

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme