Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Pemko Pekanbaru Ajukan 3 Ranperda ke DPRD Government
  • Langkah-langkah Mudah Aktifkan Meta AI di WhatsApp, Cara Menggunakannya di Handphone Lifestyle
  • Risiko Bisnis Tinggi, PHR Tegakkan Integritas dan Etika Dalam Budaya Kerja Nasional
  • Mardiono saat Rakornas PPP: Kader Harus Peka terhadap Aspirasi dan Kondisi Masyarakat Government
  • DPRD Setujui Ranperda Pengelolaan Sungai, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis untuk Implementasi Government

Benjolan di Pusar atau Lipatan Paha Anak Muncul Lalu Hilang, Benarkah Itu Hernia? 

Posted on 19 Desember 202519 Desember 2025 By Ghina Raudathul Jannah

SMARTPEKANBARU.COM – Hernia pada anak menjadi salah satu kondisi yang kerap membuat orangtua cemas, terutama ketika benjolan muncul tiba-tiba di lipat paha atau pusar bayi. 

Meski terlihat sepele karena sering hilang timbul, hernia pada anak memerlukan pemahaman yang tepat agar tidak berujung pada komplikasi serius.

Lantas apa itu hernia?

Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah, dr. Karmile, Sp.BA, menjelaskan bahwa hernia merupakan kondisi medis yang terjadi akibat kegagalan penutupan dinding rongga tubuh sejak masa perkembangan awal.

“Hernia didefinisikan sebagai penonjolan sebagian atau seluruh organ atau jaringan melalui dinding rongga yang menjadi tempatnya karena kelemahan dinding maupun kegagalan proses penutupan,” ujar dr. Karmile pada media briefing yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (18/12/2025). 


Hernia Inguinal dan Umbilikal, Paling Sering Dialami Anak, Ini Tandanya

Pada anak, terdapat beberapa jenis hernia. Namun, yang paling sering ditemukan adalah hernia inguinal dan hernia umbilikal. 

Hernia inguinal muncul di lipat paha atau kantung kemaluan, sedangkan hernia umbilikal terlihat sebagai benjolan di pusar.

Secara patofisiologi, hernia inguinal terjadi akibat kegagalan penutupan processus vaginalis dan kelemahan dinding perut. 

Sementara hernia umbilikal disebabkan kegagalan penutupan dinding perut di area pusar.

Gejala awal hernia pada anak umumnya berupa benjolan yang hilang timbul dan tidak menimbulkan nyeri. 

Namun kondisi ini dapat berubah menjadi serius bila terjadi penjepitan.

“Jika sudah terjepit, anak bisa menjadi rewel, nyeri, muntah, benjolan tampak merah dan tidak dapat kembali secara spontan,” jelas dr. Karmile.

Pada kondisi yang lebih berat, penjepitan pembuluh darah usus dapat menyebabkan perut kembung dan buang air besar disertai darah.


Tidak Semua Hernia pada Anak Bisa Menutup Sendiri

Penanganan hernia pada anak bergantung pada jenisnya. Hernia umbilikal pada anak diketahui masih memiliki kemungkinan menutup spontan hingga usia 3–4 tahun. 

Oleh karena itu, dokter dapat melakukan observasi terlebih dahulu.

Namun, operasi perlu dipertimbangkan bila benjolan menetap hingga usia 4 tahun, diameter defek lebih dari 1,5–2 cm, defek membesar, muncul komplikasi, atau anak akan menjalani tindakan operasi lain.

Berbeda dengan hernia umbilikal, hernia inguinal pada anak tidak dapat ditangani secara konservatif.

“Hernia inguinal pada anak tidak dapat sembuh dengan sendirinya, tidak dapat sembuh dengan terapi obat-obatan maupun pijat, hernia inguinal pada anak harus ditangani dengan operasi,” tegas dr. Karmile.


Risiko Komplikasi Jika Hernia Tidak Ditangani

Hernia pada anak yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan komplikasi serius. 

Beberapa di antaranya adalah organ atau jaringan terjepit, kebocoran organ, hingga kematian jaringan.

Karena itu, diagnosis yang tepat menjadi langkah penting. 

Penegakan diagnosis dilakukan melalui informasi dari keluarga, pemeriksaan fisik oleh dokter, pemeriksaan ultrasonografi (USG), hingga temuan insidental saat operasi.


Operasi Laparoskopi, Sayatan Lebih Kecil dan Pemulihan Lebih Cepat

Dalam penanganan hernia pada anak, metode operasi laparoskopi kini menjadi pilihan yang banyak digunakan. Teknik ini memiliki sejumlah keunggulan dibanding pembedahan terbuka.

Beberapa di antaranya adalah waktu operasi yang lebih singkat, visualisasi organ dan saluran yang lebih jelas, serta luka sayatan yang lebih kecil. 

Selain itu, laparoskopi memungkinkan dokter mengidentifikasi hernia di sisi kontralateral yang belum menimbulkan keluhan.

Pada pembedahan laparoskopi, sayatan hanya sekitar 0,5–1 cm di pusar sebagai jalur kamera, serta sayatan tambahan berukuran 2–3 mm di lokasi hernia.


Waktu Operasi dan Risiko

Operasi hernia pada anak idealnya dilakukan secara terencana atau elektif, segera setelah diagnosis ditegakkan dan anak berada dalam kondisi sehat. 

Operasi darurat hanya dilakukan bila hernia telah terjepit.

Sebelum operasi, anak harus berada dalam kondisi sehat dan stabil.

Adapun komplikasi operasi hernia pada anak tergolong rendah, dengan risiko rekurensi kurang dari 1 persen. 

Komplikasi lain yang mungkin terjadi meliputi nyeri, infeksi, hematoma, hidrokel, hingga cedera saluran sperma dengan angka kejadian sangat jarang.

Lebih lanjut dr. Karmile mengingatkan orang tua agar tidak melakukan tindakan yang keliru saat menemukan benjolan pada anak.

“Jangan mencoba menekan berlebihan dan memijat benjolan hernia, hindari pemakaian koin atau perekat di pusar,” ujarnya.

Dengan penegakan diagnosis yang tepat dan penanganan sesuai indikasi, operasi hernia pada anak dinilai aman dan efektif.

Terutama dengan pendekatan laparoskopi yang kini menjadi pilihan terbaik dalam praktik bedah anak.

Sumber : Tribunnews.com

Ordinary News

Navigasi pos

Previous Post: Purbaya Puji Bea Cukai: “Razia Meningkat, Makin Sulit Disogok Lagi…”
Next Post: Lonjakan Harga Kelapa Bebani UMKM, Pemerintah Diminta Atur Ekspor

Related Posts

  • Gaji di Bawah Rp 10 Juta Bebas PPh 21 Sepanjang 2026, Ini Sektor dan Kriterianya Business Today
  • Tok ! Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 21 Maret 2026 Ordinary News
  • Kejar Pertumbuhan 8 Persen di 2029, RI Butuh Suntikan Investasi Rp 13.032 Triliun Economy
  • Cegah Sejak Dini, TP Posyandu Dorong Cek Kesehatan Sekolah dan Imunisasi Zero Dose Health
  • Ribuan Pedemo Geruduk Kejati Riau di Pekanbaru, Protes soal Penataan Batas Tanah Ulayat Government
  • Taman Budaya Riau Dapat Bantuan DAK dari Kemenbud, Ka UPT Leni: Sangat Bermanfaat Government

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Waspada Komplikasi Campak, IDAI Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Vaksin MR untuk Lindungi Anak
  • Apresiasi Sinergi Imunisasi, Dinkes Riau Targetkan Penurunan Angka ‘Zero Dose’ 25 Persen di Tahun 2026
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Komisi I DPRD Riau Angkat Isu Tanah BMN ke Plt Gubernur, Warga Minta Haknya Dipastikan News Update
  • Kian Berkilau, Harga Emas Antam 29 Agustus 2025 Melonjak Rp 20.000 Per Gram Economy
  • Hasil Panen Menurun, Harga Cabai di Kampar Naik 2 Kali Lipat Economy
  • Bukti ChatGPT Bakal Jadi Sistem Operasi, Bukan Cuma Chatbot Ordinary News
  • Perkuat Sinergi, KPU Riau Lakukan Koordinasi dengan Bawaslu Riau Bahas Pemutakhiran Data Pemilih Ordinary News
  • Korporasi Beralih ke Surat Utang Imbas Bunga Kredit yang Tinggi Business Today
  • Sempat Tembus Level 9.100, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Lagi Business Today
  • Kak Seto Terdiagnosa Stroke Ringan, Ini yang Perlu Diketahui Menurut Dokter Saraf Health

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme