SMARTPEKANBARU – PT United Tractors Tbk (UNTR) terus memacu ekspansi di bisnis emas. Emiten Grup Astra ini sedang menuntaskan akuisisi tambang emas di Sulawesi Utara sambil mengejar peluang serupa di Australia. Corporate Secretary UNTR Ari Setiyawan menyampaikan proses pengambilalihan Proyek Doup dari PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sudah masuk tahap pemenuhan syarat. “Mudah-mudahan kami bisa closing pada bulan Desember. Sudah CSPA, lalu pemenuhan conditions precedents. Kalau itu semua berjalan lancar, semoga paling lambat 23 Desember atau lebih cepat,” ujar Ari di Lampung, Kamis (20/11/2025).
UNTR melalui PT Danusa Tambang Nusantara meneken perjanjian pembelian 99,99996 persen saham PT Arafura Surya Alam (ASA).
PT Energia Prima Nusantara (EPN) juga mengambil porsi kecil dari Jimmy Budiarto, termasuk saham ASA dan MBP. Total nilai transaksinya mencapai 540 juta dolar AS. ASA mengelola tambang emas Doup.
UNTR juga memburu aset emas di Australia. Ari menyebut beberapa aset sudah masuk pipeline akuisisi, meski belum ada kesepakatan. Kantor perwakilan di Perth yang baru dibuka berfungsi sebagai perpanjangan tangan untuk menjajaki calon aset. “Banyak prospek di sana yang perlu lebih didekati,” kata Ari.
Strategi non-batu bara UNTR menargetkan keseimbangan pendapatan antara batu bara dan non-batu bara pada 2030. Sekitar 60 persen pendapatan masih terkait batu bara. Aset mineral dianggap jalan tercepat untuk mengejar porsi non-batu bara. “Di batubara sudah besar, sekarang kami cari mineral yang signifikan. Sekarang cari tambang di Indonesia nggak banyak, jadi kami lihat peluang di sana masih banyak aset potensial,” ucap Ari. Perusahaan menyiapkan ekspansi lintas komoditas. Nikel, emas, dan energi terbarukan menjadi fokus.
“Kami mempercepat dari yang non-coal,” kata Ari.
Ekspansi energi terbarukan EPN terus menggarap proyek energi hijau. Direktur EPN Boy Gemino Kalauserang menjelaskan ada banyak proyek yang sedang dievaluasi, termasuk lewat Arkora Hydro dan entitas lain. Salah satu proyek yang maju adalah PLTA 18 MW di Aceh yang ditangani PT Redelong Hydro Energy. Proyek ini menunggu Letter of Agreement dari PLN. “Intinya secara pipeline, kami mengeksplorasi proyek yang kira-kira punya potensi,” ujar Boy. EPN juga meningkatkan performa aset eksisting. PLTM Besai Kemu di Lampung menjadi salah satu tumpuan.
Kapasitasnya 2 × 3,5 MW. Presiden Direktur UEP Asep Iwan Gunawan menyebut produksi listriknya konsisten di kisaran 33,4 GWh per tahun dan berpotensi menembus 44,5–45 GWh pada 2025.
“Secara target ke PLN sudah terlewati,” kata Asep.
Sumber : Kompas.com
