SMARTPEKANBARU.COM – Ribuan warga Iran dilaporkan menerima pesan teks misterius dari sumber tak dikenal di tengah meningkatnya ketegangan antara negara tersebut dan Amerika Serikat (AS).
Pesan anonim itu berisi kalimat mengejutkan: “Presiden Amerika adalah orang yang bertindak, tunggu dan lihat,”. Khbrn melaporkan bahwa pesan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tujuan serta waktu pengirimannya.
“Pesan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga, dan gelombang spekulasi menyebar di platform media sosial, di tengah ketidakjelasan tentang pengirim dan motif mereka,” tulis laporan itu pada Rabu (25/2/2026).
Menurut kantor berita Fars Iran, pesan tersebut dikirim pada Senin kepada sekitar 50.000 nomor melalui peretasan sistem pengiriman pesan iklan massal. Peristiwa ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan waktu 10 hari kepada Iran untuk mencapai “kesepakatan yang berarti” dalam pembicaraan yang sedang berlangsung, atau menghadapi “hal-hal buruk”.
Trump Sudah Muak
Axios mengutip salah satu penasihat Trump yang menyebutkan bahwa presiden sudah muak dengan orang-orang di sekelilingnya yang memperingatkannya agar tidak berperang dengan Iran. Namun, ia disebut meyakini ada kemungkinan 90 persen aksi militer akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
Pesan misterius tersebut muncul setelah putaran kedua pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa, di mana kedua pihak menyatakan niat untuk melanjutkan diskusi. Di saat yang sama, peningkatan kekuatan militer AS di kawasan terus berlangsung, termasuk pengerahan kapal induk yang berada ratusan kilometer dari pantai Iran.
Pesan tersebut memicu beragam respons dari aktivis dan pengguna Twitter. Sebagian pihak menilai langkah ini sebagai bagian dari kampanye perang psikologis yang bertujuan membingungkan rezim Iran. Mereka menambahkan bahwa metode serupa pernah digunakan melalui kontak langsung ke telepon rumah sejumlah markas unit militer bekas tentara Irak sebelum invasi Irak pada 2003.
Saat itu, pesan-pesan tersebut meminta para perwira dan prajurit meninggalkan unit mereka dan kembali ke rumah demi keselamatan, atau menghadapi kematian.
Psy War Sudah Dimulai
Sejumlah pengguna Twitter menilai pesan-pesan ini bukan sekadar pesan biasa, melainkan awal dari pertempuran strategis antara Washington dan Teheran.
“Pertempuran psikologis ini menjadi awal di mana kekuatan psikologis dan media diuji sebelum tindakan praktis di lapangan, sebagai indikasi jelas kalau perang narasi akan menjadi tahap pendahuluan sebelum berujung pada tindakan (militer),”
Pihak lain menyoroti bahwa Israel juga disebut menggunakan metode serupa di Gaza dan Tepi Barat, melalui pesan teks sebagai bagian dari perang media untuk melemahkan moral warga.
Seorang aktivis menulis: “Pesan anonim seperti ini bukanlah suatu kebetulan, ini adalah perang psikologis yang dilancarkan secara rahasia sebelum dilancarkan di depan umum.”
Sementara itu, ada pula yang berpendapat bahwa metode ini lebih dari sekadar pengiriman pesan singkat. Mereka menekankan bahwa hari-hari mendatang akan menunjukkan siapa yang hanya berbicara dan siapa yang benar-benar bertindak, mengisyaratkan bahwa konflik psikologis dan media dapat mendahului konfrontasi yang sebenarnya.
Para ahli menyatakan bahwa pesan teks anonim kini menjadi salah satu alat yang kerap digunakan dalam perang psikologis modern. Pesan-pesan semacam ini dimanfaatkan untuk menimbulkan kecemasan, menabur keraguan, serta meningkatkan kewaspadaan audiens yang menjadi sasaran, sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengendalikan moral sebelum tindakan lapangan dilakukan.
Sumber: Tribunnews.com
